Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Premenstrual Syndrome Di Masa Pandemi Covid-19 Mutmainna Kamaruddin; Nasrayanti Nurdin; Sunarti Surnati
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8636

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan umum yang paling banyak dilaporkan oleh wanita usia reproduktif. Kejadian PMS di Indonesia bermacammacam, tergantung pada situasimya sendiri diberbagai daerah maupun provinsi juga mengalami peningkatan. Selama pandemi Covid-19 aktivitas fisik masyarakat yang rendah memiliki presentase 39,62%, presentase aktivitas fisik sedang 29,75% serta presentase aktivitas fisik aktif 30,63%. sehingga kebanyakan aktivitas dilakukan di dalamrumah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pola makan berubah saat pandemi Covid-19. Pola makan yang tidak teratur menyebabkan sindrom pramenstruasi. Tujuan sari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kecemasan bidan dengan premenstrual syndrome dimasa pandemi covid-19 di UPT RSUD Lamaddukelleng. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Penelitian mulai dilakukan pada bulan Maret-April 2022 dengan sampel bidan di UPT RSUD Lamaddukelleng Sengkang Wajo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik stratified total sampling melalui uji Chi Square Tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara premenstrual syndrome (PMS) dengan aktivitas fisik dan ada hubungan premenstrual syndrome (PMS) dengan kecemasan.
OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS POTENSI LOKAL Nasrayanti Nurdin; Nurjanna Nurjanna; Nur Laela; Fatmawati Fatmawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Upaya pencegahan stunting tidak hanya memerlukan intervensi medis, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber daya yang berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan, pemberdayaan kader, edukasi gizi berbasis pangan lokal, serta penguatan kapasitas posyandu. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan lokal, pelatihan kader, serta monitoring pertumbuhan balita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang stunting, peningkatan kemampuan kader dalam pemantauan pertumbuhan, serta meningkatnya minat keluarga dalam memanfaatkan pangan lokal seperti ikan, sayur-sayuran, dan umbi-umbian sebagai sumber gizi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting.