Edward Bahar
Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Universitas Pasir Pengaraian

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian POC Bonggol Pisang Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jack) Pada Pre Nursery Edward Bahar; Al Muzafri; Hoirun Hoirun
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.13029

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang memiliki potensi besar untuk menambah devisa negara. Pembibitan merupakan proses awal dalam budidaya kelapa sawit. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang. Tujuan pemberian POC bonggol pisang adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dan untuk mendapatkan dosis POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Perlakuan POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pra pembibitan adalah sebagai berikut: 1. M0 = Tanpa POC 0 ml/L air, 2. M1 = POC 100 ml/L air, 3. M2 = POC 300 ml/L air , 5. M3 = POC 600 ml/L air dan 6. M4 = POC 900 ml/L air, dengan 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian POC bonggol pisang tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yaitu tinggi tanaman, panjang pelepah, jumlah pelepah, diameter umbi, lebar daun dan kehijauan daun. Pemberian POC bonggol pisang dengan dosis 300 ml/L air cenderung lebih tinggi terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah. Pemberian POC bonggol pisang dosis 900 ml/L air cenderung lebih tinggi dari segi panjang pelepah dan diameter umbi. Dosis POC 100 ml/L air cenderung lebih tinggi untuk parameter lebar.
Pemanfaatan Pupuk Hayati Terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogea L.) Edward Bahar; Al Muzafri; Faizal Faizal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13388

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia dan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, di Provinsi Riau produksi kacang tanah pada tahun 2016 mencapai 913 ribu ton, namun produksi menurun pada tahun 2017 menjadi 798 ribu ton sedangkan kebutuhan pangan untuk komoditas kacang tanah di Riau meningkat pada tahun 2018, mencapai 6.474 ton. Penurunan luas panen kacang tanah antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan petani tentang manfaat pupuk hayati. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah adalah dengan menerapkan pupuk hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lenggadai Hulu, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 4 bulan dari April hingga Juli 2022. Penelitian ini menggunakan Completely Randomized Design (CRD) yang meliputi 4 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel observasi sehingga diperoleh 60 unit observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk hayati berpengaruh signifikan terhadap semua parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, persentase polong berbuah, bobot polong, bobot biji dan bobot biji 100. Perlakuan terbaik pada konsentrasi pupuk hayati 90 ml/l air.