Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peradaban Islam Pada Masa Abu Bakar As-Siddiq Al Fajri; Meri Kartika; Muhammad Alvin Al gifary; Supriyanto S; Herlinda H
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10066757

Abstract

Peradaban Islam pada masa Abu Bakar As-Siddiq adalah sebuah periode yang memainkan peran kunci dalam perkembangan awal Islam. Abu Bakar, yang merupakan sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW, adalah Khalifah pertama umat Islam setelah wafatnya Nabi. Artikel ini menjelaskan peran Abu Bakar dalam membangun peradaban Islam, yang meliputi penyebaran agama, pengumpulan Al-Quran, kebijakan keuangan dan sosial, serta penekanan pada keadilan dan hukum. Pemimpinannya yang bijaksana dan prinsip-prinsip Islam yang dia terapkan telah membantu membentuk dasar bagi peradaban Islam yang kuat dan berkelanjutan. Periode ini memainkan peran penting dalam menentukan masa depan Islam dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya dalam menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mulia.
Perkembangan Perekonomian Pada Masa Khalifah Utsman Bin Affan Elsa Susanti; Fitri Amalia; Khairun Nisaa; Lili Permata Ananda; Herlinda H
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10067002

Abstract

Masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, yang berlangsung antara tahun 644 hingga 656 Masehi, merupakan periode penting dalam sejarah perkembangan ekonomi awal Islam. Pada masa pemerintahannya, terjadi sejumlah perubahan signifikan dalam perekonomian kekhalifahan Islam yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas. Tulisan ini menyajikan gambaran singkat tentang perkembangan perekonomian pada masa Khalifah Utsman bin Affan, dengan fokus pada beberapa aspek kunci: Ekspansi Wilayah: Salah satu pencapaian utama Khalifah Utsman adalah penaklukan wilayah-wilayah baru, seperti Mesir, Khorasan, dan sebagian besar Persia. Hal ini menghasilkan aliran pendapatan tambahan dari hasil pajak dan harta rampasan perang. Standarisasi Mata Uang: Utsman memperkenalkan mata uang yang lebih terstandarisasi, seperti dinar emas dan dirham perak, dengan berat dan nilai tetap. Ini meningkatkan efisiensi perdagangan dan pertukaran ekonomi. Perbaikan Infrastruktur: Utsman memprioritaskan perbaikan infrastruktur dengan membangun jalan, saluran irigasi, dan fasilitas umum lainnya, yang meningkatkan produksi pertanian dan perdagangan. Peningkatan Perdagangan: Ekspansi wilayah dan perbaikan infrastruktur membuka peluang perdagangan baru dan memungkinkan perdagangan antarwilayah kekhalifahan berkembang, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertukaran barang. Administrasi Keuangan: Utsman mengembangkan sistem administrasi keuangan yang lebih baik dengan menunjuk petugas keuangan kompeten dan memperkenalkan standar akuntansi yang ditingkatkan untuk pengelolaan dana yang lebih efisien. Pengembangan Pertanian: Khalifah Utsman memberikan perhatian khusus pada pengembangan pertanian dengan mendukung pembangunan bendungan, saluran irigasi, dan penerapan teknik pertanian yang lebih efisien. Pembebasan Utang dan Distribusi Zakat: Utsman menghapus utang yang dibebankan pada orang-orang miskin dan secara efisien mengelola zakat dan infak untuk memastikan distribusi kepada yang berhak. Hal ini membantu mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dan mendukung lapisan masyarakat yang kurang mampu. Perkembangan ekonomi pada masa Khalifah Utsman bin Affan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan dan stabilitas kekhalifahan Islam pada saat itu. Peningkatan infrastruktur, ekspansi perdagangan, dan pengelolaan keuangan yang cermat adalah faktor-faktor yang membantu membentuk fondasi kuat bagi perekonomian Islam awal.