Indri Rachmawati
Public Relations, Ilmu Komunikasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Asertif dalam Membangun Rasa Keterbukaan Diri pada Pasangan Menikah Muda Sari Hidayati Fatimah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8835

Abstract

Abstract. Conflict is a situation that often occurs in interpersonal relationships between husband and wife. Young married couples get married with the aim of completing happiness and starting a new life. But in essence, human life will never escape problems, Most conflicts experienced by married couples are caused by a lack of openness between each other, this non-openness if not managed properly will affect the emergence of more serious problems. Moreover, young married couples do not have enough mental readiness and a mature mindset to be faced with a conflict. This research applies qualitative methods with a symbolic interactionism approach and uses the constructivism paradigm in its study. The results of this study show that openness is revealed in the final stages of conflict and self-openness is influenced by factors of trust, ego and tolerance. By using assertive communication, the understanding of husband and wife and the sense of self-openness become more focused. Abstrak. Keterbukaan diri merupakan salah satu hal yang seringkali menjadi permasalahan dalam hubungan interpersonal antara suami dan istri. Pasangan menikah muda melakukan pernikahan dengan tujuan untuk melengkapi kebahagiaan dan memulai hidup baru. Namun pada hakikatnya, kehidupan manusia tidak akan pernah luput dari permasalahan, Sebagian besar konflik yang dialami pasangan menikah disebabkan oleh kurangnya keterbukaan diri antara satu sama lain, ketidakterbukaan inilah jika tidak dapat dikelola dengan baik akan berpengaruh pada timbulnya masalah yang lebih serius. Terlebih pasangan menikah muda tidak cukup memiliki kesiapan mental dan pola pikir yang matang untuk dihadapkan dengan sebuah konflik.Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dan menggunakan paradigma konstruktivisme dalam kajiannya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa keterbukaan tersingkap pada tahap akhir konflik dan keterbukaan diri dipengaruhi oleh faktor kepercayaan, ego dan toleransi. Dengan menggunakan komunikasi asertif pemahaman suami istri dan rasa keterbukaan diri menjadi lebih terarah.