Abstract. Social media has become the main tool for teenagers to interact and socialize. Almost all teenagers now use social media Instagram as their daily needs. In addition, many Instagram users are now using this social networking platform as a way to express and actualize themselves. Existence refers to the sign of human existence and only humans have the ability to exist. The purpose of this study was to find out the experience of self-existence of adolescents on Instagram social media, especially active teenagers on Instagram social media participants in Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach to be able to describe a phenomenon based on individual experience. The data collection technique was carried out by in-depth interviews with research subjects, namely the participants of Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. This study uses the constructivism paradigm to be able to analyze the meaning of experience based on the perspective of the participants of Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. The results of this study indicate that the motive for building the self-existence of informants on Instagram is the need to find identity, for the experience of managing the self-existence of informants on Instagram, namely to gain new experiences, and the meaning obtained is the development of characteristics and the desire for recognition as part of their identity and existence. Abstrak. Media sosial telah menjadi alat utama remaja untuk berinteraksi dan sosialisasi. Hampir seluruh remaja kini menggunakan media sosial Instagram sebagai kebutuhannya sehari-hari. Selain itu, sekarang ini banyak pengguna Instagram yang menggunakan platform jejaring sosial ini sebagai cara untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri mereka. Eksistensi merujuk pada tanda keberadaan manusia dan hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk eksis. Tujuan dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman eksistensi diri remaja di media sosial Instagram khususnya pada remaja aktif media sosial Instagram peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk dapat mendeskripsikan suatu fenomena berdasarkan pengalaman individu. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada subjek penelitian, yaitu para peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk dapat menganalisis makna dari pengalaman berdasarkan sudut pandang peserta Mojang Jajaka SMA Pasundan 1 Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif membangun eksistensi diri para informan di instagram adalah kebutuhan untuk mencari identitas, untuk pengalaman mengelola eksistensi diri para informan di instagram yaitu untuk memperoleh pengalaman baru, dan makna yang diperoleh ialah pengembangan ciri khas dan keinginan akan pengakuan sebagai bagian dari identitas dan keberadaan mereka