Abstract. Digital society such as influencers utilize Instagram social media for the process of self-identity transformation. An influencer is someone who has the power to influence the decisions of others because he has authority and knowledge in his field. An Instagram user who becomes an influencer, can develop his identity through uploading content according to his field. This study aims to describe how the use of Instagram social media as part of the process of transforming an influencer's identity. This research uses Impression Mannagement Theory, Symbolic Interaction Theory, and Alfred Schütz Phenomenological Theory. The paradigm used is the Interactionist Paradigm, using a qualitative approach, phenomenological research methods. The results of this study outline that for the process of transforming self-identity, individuals can express themselves by utilizing the power of Instagram social media. Abstrak. Masyarakat digital seperti influencer memanfaatkan media sosial Instagram untuk proses transformasi identitas diri. Influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan orang lain karena memiliki otoritas dan pengetahuan dalam bidangnya. Seorang pengguna Instagram yang menjadi influencer, dapat mengembangkan identitas dirinya melalui unggahan konten sesuai bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram sebagai bagian dari proses transformasi identitas diri seorang influencer. Penelitian ini menggunakan Teori Impression Mannagement, Teori Interaksi Simbolik, dan Teori Fenomenologi Alfred Schütz. Paradigma yang digunakan yaitu Paradigma Interaksionis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menguraikan bahwa untuk proses trasnformasi identitas diri, individu dapat mengekspresikan dirinya dengan memanfaatkan kekuatan media sosial Instagram.