Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberitaan Negatif terhadap Citra Lembaga Kepolisian Nadhira Kemalia Hafyrani; Arba'iyah Satriani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9575

Abstract

Abstract. Reporting in a media has great power in influencing the image in the audience. Reporting is often a bridge to fulfill public curiosity. The amount of attention that the public pays to a report can make the media continuously report news, especially negative news. If the negative news that is reported concerns important state institutions, there is an institution's image that is at stake. Seeing these conditions, this research focuses on the effect of negative news on the image of state institutions, in this case the police institution. The theory used in this paper is applied media theory which is measured in three variables, namely frequency, duration, and attention. The result of this research is that if an audience sees a news item even for quite a long time then and keeps abreast of news developments so that the audience will experience a news exposure that gives rise to an image formation. Abstrak. Pemberitaan dalam sebuah media memiliki kekuatan yang besar dalam mempengaruhi citra di khalayak. Pemberitaan seingkali menjadi jembatan untuk memenuhi keingintahuan publik. Besarnya atensi yang diberikan masyarakat terhadap suatu pemberitaan, dapat membuat media tanpa henti memberitakan sebuah pemberitaan, utamanya pemberitaan negatif. Apabila pemberitaan negatif yang diberitakan menyangkut lembaga penting negara, ada citra lembaga yang dipertaruhkan. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini memfokuskan mengenai pengaruh sebuah pemberitaan negatif terhdap citra lembaga negara, dalam hal ini lembaga kepolisian. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori terapan media yang diukur dalam tiga variabel yaitu Frekuensi, Durasi, dan Atensi. Hasil dari penelitian ini adalah jika seorang khalayak melihat suatu berita bahkan dalam waktu yang cukup lama dan mengikuti terus perkembangan berita maka khalayak tersebut akan mengalami suatu terpaan berita yang menimbulkan suatu pembentukan citra.
Resepsi Khalayak Mengenai Berita Kekerasan Seksual pada Media Online Kompas.com Sarah Siti Saryati; Arba'iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i1.12354

Abstract

Abstract. This research is based on patriarchal cultural practices that still persist issue of protecting women and children as a rationale, referring to the principles of gender equality and the existence of feminism as the basis of struggle. In this research, it was found that news about KBGO is still a topic that is widely discussed in online media such as Kompas. The hypothetical position of a reader after reading an article reporting on Online Gender-Based Violence on Kompas.com is relatively positive, namely that the discussion regarding Online Gender-Based Violence in the article is considered to be quite balanced, in favor of women, but it is complained that it is not very educative because it does not show any risks that occur. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik budaya patriarki yang masih mempertahankan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai landasan pemikirannya, mengacu pada prinsip kesetaraan gender dan eksistensi feminisme sebagai landasan perjuangan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pemberitaan tentang KBGO masih menjadi topik yang banyak diperbincangkan di media online seperti Kompas. Posisi hipotetis pembaca setelah membaca artikel pemberitaan Kekerasan Berbasis Gender Online di Kompas.com relatif positif, yaitu pembahasan mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online dalam artikel tersebut dinilai cukup berimbang, berpihak pada perempuan, namun dikeluhkan kurang mendidik karena tidak menunjukkan adanya risiko yang terjadi.