Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dea Christy Mayowi Simatupang; Nenny Ika Simarmata
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.25296

Abstract

Sejak ataupun setelah pandemic Covid-19, mahasiswa kedokteran banyak merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Fakultas Kedokteran. Perubahan tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat berdampaak pada academic burnout mereka. Penelitian ini bertujuan memberikan data empiris mengenai pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan penelitian sebanyak 220 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dengan menjadikan skala Connor-Davidson Resiliensi Scale (CD-RISC) sebagai referensi dalam pembuatan alat ukur yang baru dan yang kedua skala academic burnout. Pada pembuatan alat ukur yang kedua ini, peneliti menggunakan skala adaptasi yang disusun oleh Schaufeli yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor resiliensi  mempengaruhi academic burnout sebesar 51,3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel resiliensi terhadap variabel academic burnout bersifat negatif, artinya semakin tinggi resiliensi dari mahasiswa Kedokteran maka academic burnout akan semakin rendah.
Pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Simatupang, Dea Christy Mayowi; Simarmata, Nenny Ika
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.25296

Abstract

Sejak ataupun setelah pandemic Covid-19, mahasiswa kedokteran banyak merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Fakultas Kedokteran. Perubahan tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat berdampaak pada academic burnout mereka. Penelitian ini bertujuan memberikan data empiris mengenai pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan penelitian sebanyak 220 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dengan menjadikan skala Connor-Davidson Resiliensi Scale (CD-RISC) sebagai referensi dalam pembuatan alat ukur yang baru dan yang kedua skala academic burnout. Pada pembuatan alat ukur yang kedua ini, peneliti menggunakan skala adaptasi yang disusun oleh Schaufeli yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor resiliensi  mempengaruhi academic burnout sebesar 51,3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel resiliensi terhadap variabel academic burnout bersifat negatif, artinya semakin tinggi resiliensi dari mahasiswa Kedokteran maka academic burnout akan semakin rendah.
Pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Simatupang, Dea Christy Mayowi; Simarmata, Nenny Ika
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.25296

Abstract

Sejak ataupun setelah pandemic Covid-19, mahasiswa kedokteran banyak merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Fakultas Kedokteran. Perubahan tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat berdampaak pada academic burnout mereka. Penelitian ini bertujuan memberikan data empiris mengenai pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan penelitian sebanyak 220 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dengan menjadikan skala Connor-Davidson Resiliensi Scale (CD-RISC) sebagai referensi dalam pembuatan alat ukur yang baru dan yang kedua skala academic burnout. Pada pembuatan alat ukur yang kedua ini, peneliti menggunakan skala adaptasi yang disusun oleh Schaufeli yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor resiliensi  mempengaruhi academic burnout sebesar 51,3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel resiliensi terhadap variabel academic burnout bersifat negatif, artinya semakin tinggi resiliensi dari mahasiswa Kedokteran maka academic burnout akan semakin rendah.
Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Akhir di Kota Medan Putri Mariati Sihaloho; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 4 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i4.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Akhir Di Kota Medan. Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan pada remaja akhir, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Hasil penelitian ini menunjukkan analisis data terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Perilaku phubbing terhadap Interaksi sosial pada remaja akhir di kota Medan. Berdasarkan hasil uji Pearson Product Moment antara variabel yang satu dengan variabel kedua diperoleh sebesar r = 0,992. Uji linearitas menunjukkan nilai signifikansi 0,649 (< 0,05), sehingga model regresi signifikan secara statistik. Berarti hipotesis penelitian Ha diterima.Berdasarkan hasil kategorisasi subjek penelitian, dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja akhir di kota Medan berada dalam kategori sedang yaitu interaksi sosial sebanyak 114 orang (56,7%) dan perilaku phubbing sebanyak 108 orang (53,7%).Pada variabel interaksi sosial paling banyak pada kategori sedang dan kategori yang paling tinggi pada aspek komunikasi yaitu sebanyak 201 orang (100%), kategori sedang yaitu pada aspek kontak sosial sebanyak 144 orang (71,6%) dan kategori rendah itu pada aspek relasi yaitu sebanyak 25 orang (12,4%).Pada variabel perilaku phubbing paling banyak pada kategori sedang dan kategori yang paling tinggi pada aspek gangguan komunikasi yaitu sebanyak 41 orang (20,4%) kategori sedang yaitu pada aspek obsesi ponsel sebanyak 143 orang (71,1%) dan kategori rendah itu pada aspek obsesi ponsel yaitu sebanyak 29 orang (14,4%)
PENGARUH SOSIAL COMPARISON TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DI ERA MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z DI KOTA MEDAN Ferdi Danuarta Sitorus; Nenny Ika Putri Simarmata
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11630

Abstract

ABSTRACT The rapid development of social media has increased social comparison behavior among Generation Z, particularly through exposure to other people's achievements and lifestyles on digital platforms. This condition potentially affects the psychological well-being of adolescents and young adults. This study aimed to examine the influence of social comparison on the psychological well-being of Generation Z in Medan City. This research employed a quantitative approach using a simple linear regression method. The participants were Generation Z individuals aged 13–28 years who actively used social media. Data were collected using a social comparison scale based on Buunk and Gibbons’ theory and a psychological well-being scale based on Ryff’s theory, both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using SPSS Statistics 20. The findings revealed that social comparison had a negative and significant effect on psychological well-being, with a t-value of 18.004 greater than the t-table value of 1.967 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The R Square value of 0.496 indicated that social comparison contributed 49.6% to psychological well-being. The regression coefficient of −0.962 indicated that higher levels of social comparison were associated with lower levels of psychological well-being. This study concludes that excessive self-comparison through social media can reduce the psychological well-being of Generation Z, particularly in the aspect of purpose in life. ABSTRAK Perkembangan media sosial yang pesat mendorong meningkatnya perilaku social comparison pada Generasi Z, khususnya melalui paparan konten kehidupan dan pencapaian orang lain di berbagai platform digital. Kondisi ini berpotensi memengaruhi psychological well-being remaja dan dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social comparison terhadap psychological well-being Generasi Z di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Subjek penelitian merupakan Generasi Z berusia 13–28 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala social comparison berdasarkan teori Buunk dan Gibbons serta skala psychological well-being berdasarkan teori Ryff yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison berpengaruh negatif dan signifikan terhadap psychological well-being dengan nilai t hitung 18,004 lebih besar dari t tabel 1,967 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai R Square sebesar 0,496 menunjukkan bahwa social comparison memberikan kontribusi sebesar 49,6% terhadap psychological well-being. Koefisien regresi bernilai negatif sebesar −0,962 yang menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku social comparison, maka semakin rendah tingkat psychological well-being individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang disertai kecenderungan membandingkan diri secara berlebihan dapat menurunkan kesejahteraan psikologis Generasi Z, terutama pada aspek tujuan hidup.
HUBUNGAN JOB DEMANDS DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA PNS BALAI BESAR POM DI MEDAN Cintia M F Lumban Gaol; Nenny Ika Putri Simarmata
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13382

Abstract

ABSTRACT Employee work engagement plays a pivotal role in sustaining the quality and effectiveness of public services, while increasing job demands may shape the extent to which employees remain psychologically connected to their work. Within government institutions, however, evidence regarding the association between job demands and work engagement remains inconsistent, particularly in organizations responsible for regulatory oversight and public service, such as the National Agency of Drug and Food Control. This study examined the relationship between these two variables among Civil Servants employed at the Medan Center for Food and Drug Control using a quantitative correlational design. The study involved the entire population of 127 employees through a total sampling technique. Data were collected using the Job Demands Scale and the Work Engagement Scale, and analyzed through normality and linearity tests followed by the Pearson Product-Moment correlation using IBM SPSS Statistics 26.0. Descriptive findings indicated that most participants reported low levels of job demands and high levels of work engagement. Correlation analysis yielded a coefficient of r = −0.280 with a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), indicating a significant negative relationship between the two variables. These findings contribute additional empirical evidence concerning the interplay between job demands and employee engagement in the public sector while providing practical insights for developing human resource management strategies aimed at sustaining employees' work engagement. ABSTRAK Keterikatan pegawai terhadap pekerjaan menjadi salah satu elemen yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan layanan publik, sementara tuntutan pekerjaan yang terus berkembang dapat memengaruhi kualitas keterlibatan tersebut. Pada lingkungan instansi pemerintah, hubungan antara job demands dan work engagement masih memperlihatkan temuan yang beragam, khususnya pada organisasi yang memiliki karakteristik tugas pengawasan dan pelayanan seperti Balai Besar POM. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan kedua variabel tersebut pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Balai Besar POM di Medan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh populasi yang berjumlah 127 pegawai dilibatkan sebagai responden menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui Skala Job Demands dan Skala Work Engagement, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, serta korelasi Pearson Product Moment berbantuan IBM SPSS Statistics 26.0. Gambaran deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori job demands rendah dan work engagement tinggi. Analisis korelasi menghasilkan koefisien sebesar r = −0,280 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan negatif dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini memperluas bukti empiris mengenai dinamika tuntutan kerja dan keterikatan pegawai pada sektor pemerintahan sekaligus memberikan landasan bagi penguatan strategi pengelolaan sumber daya manusia untuk mempertahankan tingkat work engagement secara berkelanjutan.
The Effect of Self-Esteem on Happiness of Students in Medan City Marito Siregar; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1467

Abstract

Student happiness depends not only on academic success but also on the extent to which they accept, value, and evaluate themselves positively. Students with high self-esteem tend to have an optimistic outlook on life, are able to manage stress, and feel satisfied with their lives. The purpose of this study was to determine the effect of self-esteem on happiness among students in Medan. The subjects were active students in Medan from the academic year of 2021-2024, aged 18-22. The sample size for this study was 270 Medan students, drawn using purposive sampling. Data collection used a Likert scale. Data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. Hypothesis testing used simple linear regression. The results found a significant effect of self-esteem on happiness among students in Medan, at 0.556 (55.6%). The higher a student's self-esteem, the higher their level of happiness
The Relationship Between Self-Compassion and Psychological Wellbeing of Students in Medan City Marsaulina Siregar; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1470

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-compassion and psychological well-being in students in Medan. Based on the results of the Pearson correlation test, it can be concluded that there is a strong positive relationship between self-compassion and psychological well-being in students who are writing a thesis. The higher the level of self-compassion, the higher the psychological well-being felt by students. The results of the categorization of psychological well-being based on aspects found aspects of self-acceptance (78.1%), positive relationships with others (82.2%), and autonomy (83%), indicating a good ability to accept oneself, establish healthy social relationships, and make decisions independently. In the aspects of environmental mastery, life goals, and personal growth, the distribution is more balanced between the medium and high categories, which indicates that some students still need to develop the ability to adapt to the environment, find clear life goals, and improve personal growth
Hubungan Job Demands Dengan Kepuasan Kerja Pada Perawat di Kota Medan May Monica T. Simorangkir; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 7.818 perawat di Kota Medan, dengan sampel sebanyak 349 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala job demands dan skala kepuasan kerja yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 20 for Windows setelah data memenuhi uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,274 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah dengan arah hubungan positif. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara job demands dengan kepuasan kerja pada perawat di Kota Medan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak rumah sakit dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat melalui pengelolaan tuntutan pekerjaan yang lebih efektif.
Hubungan Antara Work Family Conflict Dengan Psychological Well-Being Pada Ibu Bekerja di Indonesia Dika Martiana Manalu; Nenny Ika Putri Simarmata
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict dengan psychological well-being pada ibu bekerja di Indonesia. Meningkatnya jumlah ibu yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan pengelola keluarga menyebabkan munculnya berbagai tuntutan yang berpotensi menimbulkan konflik antara pekerjaan dan keluarga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis ibu bekerja dalam menjalankan kedua peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 350 ibu bekerja di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara work-family conflict dengan psychological well-being pada ibu bekerja di Indonesia dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,409 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi work-family conflict yang dialami ibu bekerja, maka semakin rendah psychological well-being yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah work-family conflict, maka semakin tinggi psychological well-being. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi ibu bekerja dalam mengelola konflik antara pekerjaan dan keluarga sehingga kesejahteraan psikologis tetap terjaga.