Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Keluarga Tradisional Terhadap Pendidikan dan Jodoh Anak Perempuan Nuraeni Solihat; Farah Ruqayah; Putri Elisna
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v13i2.26089

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pola asuh yang ditanamkan pada keluarga tradisional terhadap penddikan anak perempuan. Bagaimana sikap orang tua menanamkan pemahaman dan seberapa jauh dukungan bagi keberlanjutan taraf Pendidikan anak perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan untuk menganalisis data yaitu conten analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga tradisional yang melekat dengan budaya patriarkhi menjadikan orang tua kurang mendukung terhadap Pendidikan tinggi bagi anak perempuan, karena perempuan mempunyai kodratnya tersendiri dalam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan bidang domestik. Pendidikan penting bagi setiap anak itu hanya ditanamkan pada keluarga modern yang memiliki pola piker yang terbuka. Keterlibatan orang tua dalam pemilihan jodoh cukup besar apalagi bagi anak perempuan pertama orang tua menginginkan jodoh anaknya yang terbaik dari segi apapun baik agamanya, ekonominya dan status sosialnya. Pada dasarnya orang tua pasti ingin anaknya bahagia dan tidak menderita maka dari itu dalam pemilihan jodoh orang tua ambil andil besar. Ada juga beberapa orang tua yang ingin menjodohkan anaknya dan mencarikan anaknya calon suami tanpa si anaknya ikut serta dalam pencarian jodohnya sendiri.
Internalization of Sundanese Local Wisdom in Shaping Active Tolerance among the Multi-Religious Community of Palalangon: Internalisasi Kearifan Lokal Sunda dalam Membentuk Toleransi Aktif di Tengah Masyarakat Multireligius Palalangon Azri Syahrul Fazri; Farah Ruqayah
jsd: Journal of Society and Development Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : CV. Media Publikasi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/jsd.v6i1.393

Abstract

This study examines the internalization of Sundanese local wisdom in shaping a tolerant worldview among the multi-religious community of Kampung Palalangon, Cianjur. The study focuses on three cultural values, namely silih asah, silih asih, and silih asuh, as social mechanisms that sustain interreligious harmony between Muslim and Christian residents. This research employed a qualitative approach through field observation, interviews with community and religious figures, and literature study. The data were analyzed descriptively and interpretively by organizing the findings into themes of mutual learning, social solidarity, protection, and interreligious harmony. The findings show that silih asah is internalized through reciprocal learning in daily livelihood practices, silih asih through affective solidarity, sharing, and respectful interaction, and silih asuh through collective protection when one religious group experiences stigma or potential conflict. These findings imply that tolerance in Palalangon is not merely passive coexistence, but an active cultural practice based on reciprocity, equality, care, and shared responsibility. The originality of this study lies in its explanation of the Palalangon model as a community-based form of active tolerance, in which Sundanese local wisdom operates as a practical foundation for religious moderation, social cohesion, and inclusive social development.