Nissa Aulia
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Penting Seorang Ayah dalam Keluarga Perspektif Anak (Studi Komparatif Keluarga Cemara dan Keluarga Broken Home) Nissa Aulia; Ridha Ardina Makata; Lilly Suzana binti Haji Shamsu
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v13i2.26845

Abstract

Peran ayah dalam keluarga memiliki peranan yang penting, konstruksi sosial di masyarakat membentuk peran ayah adalah sebagai sosok yang menjadi kepala rumah tangga, menafkahi dan sosok panutan bagi anak-anaknya.  Namun, bagaimana jadinya jika peran ayah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sosok ayah ada akan tetapi perannya sebagai kepala keluarga tidak berjalan. Jurnal ini akan membahas bagaimana peran ayah dalam keluarga dari pandangan anak keluarga broken home dan keluarga cemara. Keluarga yang utuh dan harmonis membuat anak mendapatkan atensi yang cukup dan mendukung tumbuh kembang yang baik tetapi realitanya banyak keluarga yang tidak utuh hingga menyebabkan banyak berbagai perubahan. kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334 kasus dan 12,72% kepala rumah tangga perempuan pada 2022. menunjukkan banyaknya wanita yang menjadi orang tua tunggal disebabkan ketidakhadiran sesosok ayah, hal tersebut berarti banyak keluarga tanpa ayah. Padahal Ayah dalam pola pengasuhan mempunyai dampak pada aspek kognitif, emosional, dan anak. maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh dari ketidakhadiran peran ayah (fatherless) terhadap karakter anak. Penelitian ini menggunakan studi pustaka serta pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan penelitian yang menghasilkan data deskriptif dan proses analisis data yang dilakukan secara edukatif. Ketidakhadiran ayah dalam aktivitas pengasuhan menyebabkan anak mempunyai harga diri rendah ketika mereka dewasa, cenderung memiliki perasaan malu, marah karena merasa berbeda, anak tidak dapat mengalami kebersamaan bersama ayah seperti anak-anak lainnya. Anak-anak yang dibesarkan tanpa seorang ayah memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk hidup dalam kemiskinan, bahkan melakukan kejahatan, lebih tinggi kemungkinan untuk putus sekolah, dibandingkan anak-anak yang memiliki orang tua lengkap. Sosok seorang ayah memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh seorang ibu.