Indeks Desa Zakat merupakan sebuah alat mekanisme yang digunakan untuk mengukur kondisi sebuah desa sehingga dapat dikatakan layak atau tidak layak dibantu oleh Baznas dengan dana zakat. Oleh karena itu, Indeks Desa Zakat juga dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi atas proses pengelolaan zakat di suatu desa. Tujuan penelitian ini yang hendak dicapai antara lain mengetahui implementasi Indeks Desa Zakat dimensi ekonomi, dimensi kesehatan, dimensi pendidikan pada masyarakat Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. dimensi sosial dan kemanusiaan, dan dimensi dakwah atau keagamaan pada masyarakat Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini mengunakan Jenis mixed method research yaitu menggabungkan metodologi kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisa suatu penelitian. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menyajikan kajian secara kualitatif melalui penjelasan deskriptif dan juga secara kuantitatif melalui angka, grafik, chart, dan data statistik. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Nilai indeks dimensi ekonomi memiliki nilai sebesar 0, 1475 artinya cukup baik atau dapat dipertimbangkan untuk di bantu. (2) Nilai indeks dimensi kesehatan sebesar 0,1436 artinya sangat baik atau idak diprioritaskan untuk dibantu. (3) Nilai indeks dimensi pendidikan adalah sebesar 0,18 artinya sangat baik atau idak diprioritaskan untuk dibantu. (4) Nilai indeks dimensi sosial dan kemanusiaan adalah sebesar 0,14212 sangat baik atau idak diprioritaskan untuk dibantu. (5) Nilai indeks dimensi dakwah yaitu 0,189255 sangat baik atau idak diprioritaskan untuk dibantu. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Desa Zakat (IDZ) diperoleh nilai 0,8 Dikategorikan Desa Bangunjaya ini termasuk kedalam kategori baik yang artinya kurang diprioritaskan untuk dibantu.