Nur Fadlilah
Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keadilan Sahabat Nabi dalam Perspektif Fuad Jabali Fadlilah, Nur
Mutawatir Vol 2 No 1 (2012): JUNI
Publisher : Program Studi Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.264 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2012.2.1.110-127

Abstract

Companions of the prophet Muhammad is believed to be the best there ever was Muslim in an Islamic society. The majority of Muslim believe that all the companions of the Prophet is legally fair. The are other views on justice companions into the following categories. a) there is no difference between the companions of the prophet with other Muslim communities whenever and wherever, b) justice companions of the prophet is only given to those who are close to the prophet, and c) justice friends must be determined engagement their slander. Expert hadith of the Prophet, because to save its authentic hadith that the prophet (to be used as evidence in the practice of religious teaching in everyday life) tend to increase the number of friends by creating high standars no to put people into this prestigious group. People Mu‘tazilah considered reasonable as the most important tool in interpreting revelation. Therefore, the Mu’tazilites regard hadith prophet less important than the sense that it tend to limit the number of friends by creating higher standards.It can reduce the number of hadith prophet drastically and educe their role in upholding dogma than sense
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM BUDAYA LITERASI DALAM UPAYA PENINGKATAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR Nur Fadlilah; Wuryandini , Endang; Istiqomah; Sulianto, Joko
JURNAL KOULUTUS Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program budaya literasi dalam meningkatkan minat baca pada siswa tingkat sekolah dasar. Program budaya literasi ini dirancang untuk meningkatkan minat baca siswa melalui program klinik membaca dan sudut baca, yang akan dievaluasi implikasinya terhadap peningkatan minat baca siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, dengan siswa sebagai objek observasi dan guru sebagai responden wawancara. Data dikumpulkan dari siswa, kepala sekolah, dan guru kelas satu sampai kelas enam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program budaya literasi, efektif dalam meningkatkan minat baca siswa, terutama ketika didukung dengan penuh oleh guru dan mendapat dukungan dari orang tua/wali murid. Diharapkan penelitian ini dapat menginspirasi pembaca untuk mengadopsi praktik serupa dalam upaya meningkatkan minat baca, sebagaimana yang dilakukan oleh SD Negeri Bugangan 02 melalui pendekatan budaya literasinya.
Toleransi Derma Kebudayaan Pecinan di Kota Solo Siti Habibah Dwi Rahayuningtyas; Andi Yoga Pratama; Nur Fadlilah; Mega Alif Marintan
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 202-228
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/wdv49y82

Abstract

Toleransi saat ini menjadi topik yang sering di kesampingkan dalam kehidupan masyarakat. Toleransi diartikan sebagai sikap menghargai sesama umat manusia tanpa membedakan ras, suku, budaya, maupun agama, baik secara individu atau kelompok. Kehidupan bermasyarakat akan selalu berdampingan dengan sikap toleransi agar tidak menimbulkan banyak perkara antar manusia. Adapun dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa yang hadir di Kota Solo menjunjung tinggi adanya toleransi. Hubungan kontak sosial serta akulturasi kebudayaan yang baik terjadi antar kebudayaan etnis Tionghoa dengan kebudayaan Jawa khususnya di Kota Solo. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk toleransi dalam Derma Kebudayaan Pecinan di Kota Solo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara kepada tokoh Tionghoa serta observasi langsung ke objek yang dikaji untuk memperkuat data. Selain itu referensi lain dalam bentuk penelitian terdahulu atau artikel yang sejenis juga digunakan. Penelitian ini menunjukan bahwa adanya kontak sosial yang baik antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat di Kota Solo. Hasil dari penelitian ini ini yaitu pertama kontribusi kebudayaan etnis Tionghoa dalam kebudayaan Jawa melalui Grebeg Sudiro, kedua toleransi dalam derma Pecinan dapat dilihat dari penampilan Barongsai yang melibatkan warga Solo dalam pementasan, ketiga bentuk toleransi dan akulturasi dapat dilihat dari corak batik yang di kawinkan dengan corak Cina, keempat bentuk akulturasi dilihat dari ragam kuliner seperti kue moho, tahok, lumpia, bakmi, onde-onde, lontong cap go meh, ronde dan masih banyak lagi akulturasi kebudayaan antara etnis Tionghoa dan etnis Jawa.