Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pola Alokasi Investasi Regional dan Faktor yang Mempengaruhinya di Indonesia Tahun 2019 Vebrina Hania Cholily
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 09 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i09.1157

Abstract

Tujuan Pembangunan dimaksudkan untuk menciptakan kualitas hidup manusia dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada secara optimal. Alokasi investasi merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pemetaan pembangunan ekonomi antar wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pola alokasi investasi regional dalam pembangunan daerah di Indonesia pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan OLS Multiple Regression, Uji Asumsi Klasik dan Indeks Theil. Hasil penelitian menunjukkan output-capital ratio dan tabungan berpengaruh signifikan dalam menjelaskan perubahan nilai alokasi investasi. Dari indeks theil, meskipun wilayah Jawa-Bali mendominasi alokasi investasi sebesar 55,35%, variasi atau disparitas alokasi investasi regional di Wilayah Jawa & Bali masih lebih rendah dibandingkan variasi atau disparitas alokasi investasi regional di Wilayah Sulawesi.
Analisis Otonomi Daerah dan Disparitas Regional antara Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Kebumen Tahun 2014-2018 Vebrina Hania Cholily
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 10 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i10.1203

Abstract

Dampak penerapan konsep desentralisasi fiskal pada pelaksanaan otonomi daerah terhadap ketimpangan perkembangan wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis disparitas regional atau ketimpangan wilayah yang terjadi di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, kuadran analisis tipologi wilayah dan indeks williamson. Hasil penelitian menunjukkan Vw (Indeks Williamson) Kabupaten Kebumen mendekati angka 1 yang artinya ketimpangan semakin lebar dan Kabupaten Semarang menunjukkan Vw (Indeks Williamson)  mendekati angka 0 yang artinya ketimpangan yang semakin kecil di Kabupaten Semarang. Pada Kabupaten Kebumen maupun Kabupaten Semarang, baik kemiskinan, PAD, dan pengangguran memiliki nilai p-value lebih besar dari 0,05 dimana H1 ditolak / variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap disparitas. Pada Kabupaten Kebumen, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif signifikan terhadap disparitas. Tingkat kriminalitas tidak berpengaruh signifikan terhadap disparitas regional. Pada Kabupaten Semarang, baik secara parsial maupun simultan, kriminalitas dan rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap disparitas regional.