Sepatu buatan lokal kian banyak bermunculandijual di media sosial maupun di berbagai e-commerce. Sepatu merek lokal buatan UMKMIndonesia, tidak kalah saing dengan brand-brand yang berasal dari luar negeri. Sepatu lokal dikenal memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk ternama dari luar. Banyaknya merek lokal yang muncul membuat persaingan makin ketat, apalagisetiap merek memiliki kekhasan masing-masing. Takhanya kualitas, desain sepatu lokal juga makinbervariasi. Pergerakan komunitas yang menanamkankebanggaan memakai produk dalam negeri membuatsepatu lokal memiliki daya saing tersendiri. Ditambah lagi, sekarang ada banyak acara, seperti Jakarta Sneaker Day, Jakcloth, dan Indonesia Local Selectyang menampilkan sepatu-sepatu lokal. Denganmemakai sepatu lokal, juga dapat ikut ambil bagian dalam menumbuhkan perekonomian UMKM. Menariknya, peminat sepatu lokal buatanIndonesia juga terus meningkat. E-commerceTokopedia mencatat bahwa transaksi sepatu lokal mengalami peningkatan meski di masa pandemi Covid-19. Dalam upaya ini, kepercayaan konsumen terhadap nama merek menjadi faktor kunci yangmengacu pada profitabilitas dan pertumbuhan bisnisdalam kondisi ekonomi yang sulit (Ourania et al., 2022). Hal tersebut menjadi indikator positif bergairahnya pasar sneaker lokal. Saat ini, makinbanyak merek-merek baru dengan kreativitas desainmenarik dan kualitas mumpuni. Tak heran, jikasneaker lokal jadi identitas anak muda kekinian. Konsumen akan merekomendasikan produk yangmereka gunakan ketika mereka memercayai suatu brand (Ida & Rudy, 2022). Dalam hubungan antara eWoM dan niat beli ditemukan bahwa eWoMberpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen.EWoM melalui media elektronik mendorong orang untuk mengumpulkan berbagai informasi tentang produk/ jasa yang mereka inginkan tidak hanya dari berapa jumlah konsumen dikenal, tetapi juga darijumlah orang-orang yang terpisah secara geografis yang telah menggunakan barang/ jasa tersebut dan secara kolektif mempengaruhi niat pembelian konsumen.