Junjungan Simorangkir
IAKN TARUTUNG

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Teologi Toleransi Dalam Dalihan Na Tolu (Kajian Teologi Religionum Menemukan Nilai-Nilai Toleransi di Dalam Budaya Dalihan Na Tolu Sebagai Jembatan Teologi dan Budaya) Zulkarnain Zulkarnain; Junjungan Simorangkir; Ewen Josua Silitonga
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 1 (2023): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i1.2267

Abstract

Saat ini konteks kehidupan kita adalah heterogenitas, dimana hampir diseluruh lingkungan hidup kita sehari-hari dipenuhi dengan berbagai hal yang berbeda, mulai dari perbedaan: Agama, gender, budaya, bahasa, ekonomi, status sosial, kedudukan sosial dan lain sebagainya. Secara khusus dalam hal teologi dan budaya. Umumnya teologi terlalu menyibukan diri kepada hal-hal yang doktrinal normatif, logis dan metodis. Ciri teologi seperti ini menerangkan karakter barat bukan karakter Asia. Hal-hal yang bersifat doktrinal normatif akan memperburuk kehidupan kita yang heterogenitas di Asia secara khusus di Sumatera Utara Indonesia. Karakter Indonesia adalah masyarakat yang beradat dan berbudaya, hal itu telah dikenal dunia sejak zaman nenek moyang bangsa ini. Oleh kehadiran dan dominasi agama-agama barat di Indonesia, akhirnya nilai-nilai adat-istiadat budaya di desakralisasikan bahkan termarginalisasikan. Akibatnya karakter masyarakat Indonesia, seolah-olah kehilangan identitasnya dalam merefleksikan iman percayanya. Untuk menjawab tantangan itu, kita memerlukan model berteologi yang baru yang lokus dari teologi itu adalah produk dari apa yang ada pada kita di Indonesia, yang dalam konteks ini adalah Dalihan Na Tolu (DNT) yakni adat-istiadat suku Batak. Bagaimana menjadikan DNT sebagai lokus teologi Indonesia dalam membangun dan menjembatani perbedaan yang ada menuju kerukunan atau toleransi masyarakat Batak secara khusus.
Ibadah dan Spritualitas: Suatu Relevansi Ibadah dalam Membangun Spritualitas Anak Kos Silakitang Renonsi Br. Manik; Beta Ria Manaro; Junjungan Simorangkir
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 (Mei 2024)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah adalah suatu kewajiban bagi Semua Umat manusia, terkhususnya bagi Anak kost sebagai generasi penerus yang telah dekat dengan teknologi digital, post moderen semakin merajalela dalam diri anak kost, sehingga mengalami kemerosotan dalam beribadah. Maka perlunya pembangunan spritualitas bagi anak kost supaya setiap setiap generasi pada saat ini dan generasi yang akan mendatang akan tetap mengenal Allah dan benar- benar mengerti pemahaman iman yang benar ( ulangan 6:6-9 ). Oleh karena itu dalam artikel ini, penulis memberikan beberapa solusi untuk mengatasi maslaah ersebut, dengan bertujuan untuk membangun spritualitas anak kost kembali.
Pemahaman Konsep Doa Bagi Anak Asrama IAKN Tarutung Yohanes Situmorang; Arju Priandi Silalahi; Junjungan Simorangkir
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 (Mei 2024)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual keagamaan yang orang - orang lakukan dalam kehidupan sehari - hari seperti berdoa sebenarnya dianggap hanya sebagai formalitas semata. Beberapa orang tidak memaknai secara mendalam apa arti doa tersebut. Bahkan sebagian orang - orang yang belajar di Institusi keagamaan belum tentu memahami tentang konsep doa tersebut. Dengan demikian, pemahaman tentang berdoa merupakan sesuatu hal yang penting terkhususnya bagi anak asrama pada suatu institusi pendidikan tertentu. Tidak hanya didapat pada tempat - tempat ibadah saja namun pemahaman tentang berdoa di dapat dari mana saja. Namun, pandangan seseorang mengenai berdoa sangat mengindikasikan bahwa seseorang tersebut tidak hanya menjadikan doa menjadi sebuah ritual keagamaan saja tetapi doa merupakan suatu nafas kehidupan bagi orang yang beriman. Dalam hal ini, menyuarakan tentang pentingnya berdoa merupakan suatu tindakan bagi semua khususnya Institusi pendidikan beragama Kristen yang memiliki asrama untuk memahami arti penting berdoa dan dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari - hari.
Peran Pendidik Kristen Terhadap Dampak New Morality dari Era Digital Endang Lase; Elfrida Tampubolon; Junjungan Simorangkir
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 (Mei 2024)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator penting yang harus diterapkan oleh para pendidik Kristen adalah pembentukan karakter yang baik pada diri siswa. Mengingat dampak negatif era digital ini, para pendidik Kristen dituntut untuk memainkan peran yang lebih nyata dan bermakna dibandingkan sekedar mengajar di kelas. Tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan peran pendidik Kristen dalam membentuk karakter siswa di era digital, yang mempengaruhi moralitas baru tersebut.