Kinerja karyawan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Lingkungan yang dinamis dan cepat berubah membuat para karyawan harus menghadapi berbagai macam ketidakamanan dalam pekerjaannya. Kinerja para karyawan mungkin akan terpengaruh oleh beberapa macam faktor. Penelitian terdahulu mengakui bahwa ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional merupakan beberapa faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu, penelitian ini juga melihat peran identifikasi organisasional dalam memediasi hubungan ketidakamanan pekerjaan serta dukungan organisasi dengan kinerja karyawan. Penelitian ini melibatkan karyawan yang termasuk ke dalam generasi Z dengan masa kerja di perusahaan minimal dua tahun. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan didapatkan 256 responden dengan data yang layak diolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan aplikasi LISREL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara positif oleh dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan identifikasi organisasional. Selain itu, kinerja karyawan juga dipengaruhi secara negatif oleh ketidakamanan pekerjaan. Identifikasi organisasional juga memiliki peran mediasi antara dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan kinerja karyawan. Adapun identifikasi organisasional tidak memiliki peran mediasi dalam hubungan ketidakamanan pekerjaan dan kinerja karyawan, karena ketidakamanan pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap identifikasi organisasional. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan tentang bagaimana pengaruh ketidakamanan pekerjaan dan dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui identifikasi organisasional pada karyawan generasi Z.