Nabila Firyal Adiba
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Job Insecurity Dan Perceived Organizational Support Terhadap Employee Performance Pada Generasi Z Dengan Organizational Identification Sebagai Variabel Mediasi Nabila Firyal Adiba
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 5 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i5.485

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Lingkungan yang dinamis dan cepat berubah membuat para karyawan harus menghadapi berbagai macam ketidakamanan dalam pekerjaannya. Kinerja para karyawan mungkin akan terpengaruh oleh beberapa macam faktor. Penelitian terdahulu mengakui bahwa ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional merupakan beberapa faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu, penelitian ini juga melihat peran identifikasi organisasional dalam memediasi hubungan ketidakamanan pekerjaan serta dukungan organisasi dengan kinerja karyawan. Penelitian ini melibatkan karyawan yang termasuk ke dalam generasi Z dengan masa kerja di perusahaan minimal dua tahun. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan didapatkan 256 responden dengan data yang layak diolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan aplikasi LISREL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara positif oleh dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan identifikasi organisasional. Selain itu, kinerja karyawan juga dipengaruhi secara negatif oleh ketidakamanan pekerjaan. Identifikasi organisasional juga memiliki peran mediasi antara dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan kinerja karyawan. Adapun identifikasi organisasional tidak memiliki peran mediasi dalam hubungan ketidakamanan pekerjaan dan kinerja karyawan, karena ketidakamanan pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap identifikasi organisasional. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan tentang bagaimana pengaruh ketidakamanan pekerjaan dan dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui identifikasi organisasional pada karyawan generasi Z.
Pengaruh Job Insecurity Dan Perceived Organizational Support Terhadap Employee Performance Pada Generasi Z Dengan Organizational Identification Sebagai Variabel Mediasi Nabila Firyal Adiba
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 5 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i5.485

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Lingkungan yang dinamis dan cepat berubah membuat para karyawan harus menghadapi berbagai macam ketidakamanan dalam pekerjaannya. Kinerja para karyawan mungkin akan terpengaruh oleh beberapa macam faktor. Penelitian terdahulu mengakui bahwa ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional merupakan beberapa faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ketidakamanan pekerjaan, dukungan organisasi, identifikasi organisasional memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu, penelitian ini juga melihat peran identifikasi organisasional dalam memediasi hubungan ketidakamanan pekerjaan serta dukungan organisasi dengan kinerja karyawan. Penelitian ini melibatkan karyawan yang termasuk ke dalam generasi Z dengan masa kerja di perusahaan minimal dua tahun. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan didapatkan 256 responden dengan data yang layak diolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan aplikasi LISREL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara positif oleh dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan identifikasi organisasional. Selain itu, kinerja karyawan juga dipengaruhi secara negatif oleh ketidakamanan pekerjaan. Identifikasi organisasional juga memiliki peran mediasi antara dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan dan kinerja karyawan. Adapun identifikasi organisasional tidak memiliki peran mediasi dalam hubungan ketidakamanan pekerjaan dan kinerja karyawan, karena ketidakamanan pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap identifikasi organisasional. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan tentang bagaimana pengaruh ketidakamanan pekerjaan dan dukungan organisasi yang dirasakan oleh karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui identifikasi organisasional pada karyawan generasi Z.