Hanifah Hasnur
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS CEMPEDAK KECAMATAN TANAH JAMBO AYE KABUPATEN ACEH UTARA FAUZAN RIANDA; SURNA LASTRI; HANIFAH HASNUR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10027

Abstract

Pendahuluan: Program imunisasi adalah salah satu upaya krusial dalam pencegahan penyakit menular dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, data di Puskesmas Cempedak menunjukkan bahwa meskipun dukungan dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup signifikan, dengan total dana sekitar Rp 120 juta per tahun, partisipasi masyarakat dalam program ini masih rendah. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat imunisasi, yang mengakibatkan sejumlah ibu balita enggan membawa anaknya untuk mendapatkan vaksinasi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi Pelaksanaan Program Imunisasi dengan pemanfaatan dana BOK di Puskesmas Cempedak Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 20-28 Juni tahun 2024 dengan jumlah informan 7 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari Puskesmas Cempedak. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) dengan Kepala Puskesmas, Kepala Bidang Imunisasi Puskesmas Cempedak dan Kader Posyandu, dianalisis menggunakan metode eksploratif dengan 3 aspek yaitu input, proses dan output. Hasil Dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat Kebijakan khusus dalam Pelaksanaan Program Imunisasi, pendanaan kegiatan Pelaksanaan Program Imunisasi berasal dari dana BOK sekitar 10 juta perbulan, sarana & prasarana yang terdapat sudah baik dan mumpuni, namun perlu di tingkatkan lagi untuk fungsi dan kegunaannya. Kesimpulan: Pelaksanaan Program Imunisasi sudah berjalan dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak bersedia untuk membiarkan anaknya di Imunisasi dengan berbagai macam alasan seperti terpengaruhi isu imunisasi haram dan merasa imunisasi tidak penting. Saran pada penelitian ini kepada pihak Puskesmas Cempedak agar dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya imunisasi, khususnya di posyandu dan melalui media lokal. Gunakan metode komunikasi yang lebih menarik dan mudah dipahami, seperti video pendek, brosur, dan diskusi langsung dengan masyarakat.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DM TIPE 2 DIPUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 2025 Syafratul Muna; Farrah Fahdhienie; Hanifah Hasnur
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58409

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh mencatat peningkatan kasus DM tipe 2 dari 841 kasus pada tahun 2023 menjadi 1.209 kasus pada tahun 2024. Self management menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi self management pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 sebanyak 1.209 orang dengan sampel 92 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self management kurang (65,2%). Responden juga didominasi oleh pengetahuan kurang (63,0%), kemampuan beraktivitas kurang (62,0%), dukungan keluarga kurang (63,0%), dan self efficacy rendah (64,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), kemampuan beraktivitas (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dan self efficacy (p=0,001) dengan self management. Disimpulkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan self management. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penguatan aspek psikososial guna meningkatkan kemampuan self management pasien DM tipe 2.