Tuntutan pendidikan abad ke-21 mengharuskan pembelajaran sains anak usia dini bergerak melampaui sekadar penyampaian materi menuju pengembangan rasa ingin tahu, literasi sains awal, kreativitas, dan disposisi pemecahan masalah. Pembelajaran sains dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran fundamental dalam membentuk sikap anak terhadap belajar serta kesiapan mereka untuk terlibat dalam praktik ilmiah pada jenjang pendidikan berikutnya. Tinjauan konseptual ini mensintesis dan membandingkan penelitian internasional mengenai strategi pembelajaran sains anak usia dini yang selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran abad ke-21. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis kualitatif, penelitian ini menganalisis artikel jurnal internasional yang telah ditelaah sejawat (peer-reviewed) dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Tinjauan ini berfokus pada strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, meliputi inkuiri terbimbing berbasis bermain, kegiatan STEM awal, percakapan dan penjelasan ilmiah, eksplorasi berbasis model konkret, serta berpikir komputasional dasar. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sains anak usia dini yang efektif dicirikan oleh eksplorasi terbimbing, konteks autentik, interaksi sosial, penyediaan perancah (scaffolding) eksplisit terhadap praktik ilmiah awal, serta integrasi teknologi yang terarah namun terbatas. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun strategi pembelajaran yang secara mandiri mampu menjangkau seluruh dimensi literasi sains awal. Sebaliknya, penggunaan berbagai strategi secara terintegrasi menghasilkan capaian yang paling kuat ketika diselaraskan dengan kebutuhan perkembangan dan konteks belajar anak. Penelitian ini memberikan implikasi pedagogis dan rekomendasi praktis bagi pendidik anak usia dini, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan yang ingin memperkuat pembelajaran sains pada abad ke-21.