Siti Aisyah
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN DAN MOTIVASI KINERJA GAPOKTAN PADA PROGRAM DEM AREA BUDIDAYA TANAMAN SEHAT PADI Siti Aisyah
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2236

Abstract

Program Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi merupakan program nasional dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melaksanakan budidaya tanaman padi yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sejak tahun 2018. Program ini bertujuan terlaksananya budidaya tanaman sehat pada tanaman padi oleh petani dan meningkatnya pengetahuan petani dalam pengelolaan OPT.            Penelitian ini dilakukan di Desa Suranenggala Kulon Wilayah Kerja UPT BP3K Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Dilaksanakan pada bulan Nopember 2018 sampai dengan Juni 2019. Bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan dan Motivasi Kinerja Kelompok Tani Pada Program DEM AREA.  Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dimana bertujuan untuk mendiskripsikan gejala-gejala yang terjadi pada masa penelitian. Variabel yang diteliti adalah Pemberdayaan dan Motivasi Kinerja Kelompok Tani Pada Program DEM AREA. Untuk mengetahui variabel yang diteliti digunakan analisis data secara deskriptif dengan data primer dan sekunder, analisis  regresi linier berganda, dan Uji F serta Uji-t (uji beda dua rata-rata sampel berpasangan).           Hasil penelitian menunjukkan: (1) Variabel pemberdayaan berpengaruh nyata terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan dari hasil analisis dan diperoleh nilai thitung 3,453 > ttabel 2,009 dengan nilai sig 0,002. Hal ini membuktikan bahwa variabel pemberdayaan dari ketiga indikator yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi berpengaruh terhadap kinerja kelompok tani, (2) Variabel motivasi berpengaruh nyata terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan dari hasil analisis dan diperoleh nilai thitung 2,513 > ttabel 2,009 dengan nilai sig 0,028. Hal ini membuktikan bahwa variabel pemberdayaan dari keenam indikator yaitu kebutuhan dan tututan hidup yang layak, dorongan untuk partisipasi, tuntutan untuk bekerja, mencapai tujuan secara tepat, lingkungan kerja yang sehat, terpenuhinya kebutuhan pribadi berpengaruh terhadap kinerja kelompok tani, dan (3) Variabel pemberdayaan dan motivasi berpengaruh nyata secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan nilai Fhitung 15,232 > Ftabel 3,18 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 Kata Kunci: Pemberdayaan, Motivasi Kinerja, Gapoktan, Dem Area 
PEMBERDAYAAN DAN MOTIVASI KINERJA GAPOKTAN PADA PROGRAM DEM AREA BUDIDAYA TANAMAN SEHAT PADI Siti Aisyah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2236

Abstract

Program Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi merupakan program nasional dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melaksanakan budidaya tanaman padi yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sejak tahun 2018. Program ini bertujuan terlaksananya budidaya tanaman sehat pada tanaman padi oleh petani dan meningkatnya pengetahuan petani dalam pengelolaan OPT.            Penelitian ini dilakukan di Desa Suranenggala Kulon Wilayah Kerja UPT BP3K Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Dilaksanakan pada bulan Nopember 2018 sampai dengan Juni 2019. Bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan dan Motivasi Kinerja Kelompok Tani Pada Program DEM AREA.  Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dimana bertujuan untuk mendiskripsikan gejala-gejala yang terjadi pada masa penelitian. Variabel yang diteliti adalah Pemberdayaan dan Motivasi Kinerja Kelompok Tani Pada Program DEM AREA. Untuk mengetahui variabel yang diteliti digunakan analisis data secara deskriptif dengan data primer dan sekunder, analisis  regresi linier berganda, dan Uji F serta Uji-t (uji beda dua rata-rata sampel berpasangan).           Hasil penelitian menunjukkan: (1) Variabel pemberdayaan berpengaruh nyata terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan dari hasil analisis dan diperoleh nilai thitung 3,453 > ttabel 2,009 dengan nilai sig 0,002. Hal ini membuktikan bahwa variabel pemberdayaan dari ketiga indikator yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi berpengaruh terhadap kinerja kelompok tani, (2) Variabel motivasi berpengaruh nyata terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan dari hasil analisis dan diperoleh nilai thitung 2,513 > ttabel 2,009 dengan nilai sig 0,028. Hal ini membuktikan bahwa variabel pemberdayaan dari keenam indikator yaitu kebutuhan dan tututan hidup yang layak, dorongan untuk partisipasi, tuntutan untuk bekerja, mencapai tujuan secara tepat, lingkungan kerja yang sehat, terpenuhinya kebutuhan pribadi berpengaruh terhadap kinerja kelompok tani, dan (3) Variabel pemberdayaan dan motivasi berpengaruh nyata secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja kelompok tani pada program DEM AREA, itu dibuktikan nilai Fhitung 15,232 > Ftabel 3,18 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 Kata Kunci: Pemberdayaan, Motivasi Kinerja, Gapoktan, Dem Area 
The Influence of Brand Image, Product Quality and Promotion on The Purchasing Decision of Tofu Kopeci Syahid Amrillah; M Adjie Brio Pratama; Fergiansyah Djuliana; Achmad Faqih; Siti Aisyah
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 2 No. 10 (2023): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v2i10.122

Abstract

Consumers in making a decision to buy a product the consumer always considers matters concerning price, packaging, quality, and service. Purchasing decision is an action taken by a consumer to determine a choice from several alternatives available to solve a problem. Customer satisfaction is the level of feeling after comparing perceived performance/results with expectations. So the level of satisfaction is a function of the difference between perceived performance and expectations. If the performance is below expectations, then the customer will be disappointed, if kineja matches or exceeds expectations, then the customer will be very satisfied. The location of the research was carried out at the Cikentrungan Youth Cooperative (Kopeci). Located on Jalan Veteran Kuningan. The research began from May to June 2023 with the object of research, namely Kopeci tofu consumers with a sample of 60 respondents. The design in this study used quantitative methods with data collection using questionnaire instruments. The data used are primary data and secondary data. The data analysis used is descriptive analysis, multiple linear analysis, t test analysis, f test analysis and coefficient of determination. The results showed that: (1) Brand image, product quality, and promotion partially had a positive and significant effect on purchasing decisions. This means that if brand image, product quality, and promotion are improved, it will increase purchasing decisions on tofu kopeci, and (2) There is a simultaneous influence of variables of brand image, product quality and promotion on the decision to buy tofu kopeci. This means that if brand image, product quality and promotion are improved it will improve purchasing decisions on Kopeci tofu.
The Effect of Management Performance on The Satisfaction of Members of The Shari'ah Perambabulan Al Qomariyah Cooperative Andry Agus Mulyana; Cuswanto Cuswanto; Panji Suwarno Putra; Achmad Faqih; Siti Aisyah
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 2 No. 10 (2023): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v2i10.123

Abstract

The presence of sharia cooperatives provides many opportunities for the community in running their business or business. Sharia cooperatives are able to improve the welfare of people who run their businesses or businesses. If the business has sufficient capital, the business actor is able to develop his business. Sharia cooperatives can also improve the wheels of a country's economy. Member satisfaction with services is influenced by the performance of the management, satisfaction is achieved when the services received are in accordance with expectations. However, the large number of cooperative members tends not to be able to meet the expectations of all members. This study aims to determine the performance of the management on the satisfaction of members of the Syari'ah Perambabulan Al Qomariyah Cooperative in Babadan Village, Gunung Jati District, Cirebon Regency. The study was conducted from November 2022 to January 2023. The research design used was quantitative descriptive with data collection through interviews with instruments. The respondents were members of the 50-member Al Qomariyah Sharia Perambabulan Cooperative. Data analysis uses descriptive analysis and simple linear regression. The results showed that descriptively the level of management performance was at a satisfactory level by meeting the elements of tangible, reability, responsiveness, assurance and empathy percentage of 75%. Meanwhile, the satisfaction of members of the Shari'ah Perambabulan Al Qomariyah Cooperative is at a very satisfactory level with a percentage of 84%. The performance of the management affects the satisfaction of members of the Shari'ah Perambabulan Al Qomariyah Cooperative with the value of the coefficient of determination having a proportion of 19.5%. The simple linear regression equation is Y = 39.811+0.242X+e, meaning that it has a constant of 39.811 and a coefficient of 0.242 which states that every 1% increase in performance can increase satisfaction by 0.242.