Muhammad Ikhsan Harahap
Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pencapaian Produk Rahn Tasjily Tanah Dalam Kemudahan Permodalan Dan Peningkatan Perekonomian Pada PT Pegadaian Syariah Gunungtua Susi Apriliani; Nursantri Yanti; Muhammad Ikhsan Harahap
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 6 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i6.3892

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui pencapain produk Rahn Tasjily tanah dalam kemudahan permodalan pada PT. Pegadaian Syariah Gunungtua  dalam peningkatan perekonomian nasabah pada PT. Pegadaian Syariah  Gunungtua. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitik untuk analisis data dan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Metode kualitatif yang digunakan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Barang tanah Rahn Tasjily yang ditawarkan di Pegadaian Gunungtua Syariah sudah sesuai dengan metrik untuk memperoleh kemudahan modal, hal ini dapat ditentukan berdasarkan hasil penelitian. Pembenaran yang diberikan oleh anggota staf dan klien yang menggunakan barang Rahn Tasjily Tanah membuktikan hal ini. Meskipun ada beberapa tantangan yang terkait dengan produk ini, seperti proses yang panjang dan menantang yang memerlukan pertimbangan matang dalam memilih calon pengguna dan risiko yang signifikan jika pelanggan gagal bayar, produk ini juga sangat disukai oleh masyarakat umum, sehingga Ini Produk ini dianggap bermanfaat dan merupakan tanda pertumbuhan ekonomi dan kemudahan modal. Jika dilihat dari kacamata ekonomi Islam, pendanaan ini mematuhi seluruh aturan dan ketentuan ekonomi Islam, termasuk tidak adanya riba dan diperbolehkannya transaksi.         Ada sejumlah tantangan dalam produk ini, termasuk prosedur yang berlarut-larut dan menantang yang memerlukan kehati-hatian ekstrem saat memilih calon pengguna dan risiko besar jika konsumen gagal membayar. Selain itu, produk ini menikmati popularitas yang cukup besar di masyarakat, oleh karena itu dianggap sudah positif dan merupakan pertanda membaiknya kondisi perekonomian dan diperolehnya relaksasi modal. Dari sudut pandang ekonomi Islam, pendanaan ini mematuhi seluruh kaidah ekonomi Islam, termasuk tidak adanya riba, diperbolehkannya transaksi, dan bukan merupakan aktivitas yang dilarang.  
Value Added Tax And Minimum Wage Influence On Purchasing Power: Maslahah View Riska Amaliah; Muhammad Ikhsan Harahap; Nur Ahmadi Bi Rahmani
Jurnal Proaksi Vol. 12 No. 4 (2025): Oktober - Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jpk.v12i4.7928

Abstract

Main Purpose - The purpose of this study is to determine the influence of Value Added Tax and the City Minimum Wage on the purchasing power of the community in Medan City during the period 2015–2024. Method - This research employs a quantitative approach utilizing secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) and other official government sources. The dataset for this study comprises all annual data related to Value Added Tax, City Minimum Wage, and public purchasing power in Medan City from 2015 to 2024, resulting in 10 observations. Data analysis was conducted using EViews software to examine the relationships among the variables. Main Findings - The results show that both VAT and CMW meaningfully influence the community’s purchasing power. Increases in VAT and minimum wage adjustments have been shown to affect people’s ability to meet their consumption needs, emphasizing the strategic role of fiscal and labor policies in sustaining public welfare.Theory and Practical Implications - The results show that VAT, which does not have a significant effect on purchasing power, can be positioned as maslahah ‘ammah, with its revenue managed transparently for public benefit. Meanwhile, the minimum wage has a significant effect on purchasing power, so wage policies should be set fairly to safeguard maslahah dharuriyah in fulfilling basic needs.Novelty - The novelty of this research lies in the use of the maslahah perspective in analyzing the simultaneous influence of VAT and minimum wage on the purchasing power of Medan City’s community, thereby providing a new contribution in examining the linkage between fiscal and labor policies with societal welfare.