This Author published in this journals
All Journal Indigenous Biologi
Lena Enjelina
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jl. Prof. Dr. Hamka No.3 - 5, Tambakaji, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50185

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR MORFOLOGI, ANATOMI EKSTREMITAS, DAN PERILAKU MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI OBYEK WISATA GOA KREO SEMARANG Lena Enjelina; Bunga Ihda Norra
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 6 No 1 (2023): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v6i1.358

Abstract

Objek Wisata Goa Kreo Semarang merupakan tempat wisata edukasi karena di dalamnya di huni oleh ratusan monyet ekor panjang yang memiliki morfologi dan perilaku yang berbeda pada setiap individu, serta anatomi extremitas yang memiliki kemiripan dengan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan perilaku dari monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan sistem tubuhnya. Desain penelitian berupa kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kajian literatur dari berbagai artikel jurnal serta buku. Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan karakteristik struktur morfologi, perilaku, dan habitat dari monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), serta pengambilan dokumentasi. Studi literatur meliputi analisis dari data anatomi dan sistem tubuh monyet ekor panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jantan dan betina memiliki karakteristik morfologi dan perilaku yang berbeda. Monyet jantan memiliki tubuh lebih panjang dan besar, memiliki penis, terdapat rambut menyerupai kumis pada pipi, ekor lebih panjang dan kepala lebih bulat, mobilitas tinggi, sering berkelahi, grooming, dan mendominasi. Monyet betina memiliki tubuh lebih ramping, tidak ada alat kopulasi, memiliki rambut menyerupai jenggot pada dagunya, memiliki kelenjar susu, tidak banyak beraktivitas, lebih banyak duduk, beristirahat, dan menggendong anaknya. Ciri khas anatomi berupa kantong pipi (cheek pouch). Mobilitas monyet ekor panjang berdasarkan waktu.