Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KINERJA BATA BETON MENGGUNAKAN ABU CANGKANG SAWIT, ABU SEKAM PADI DAN ABU SERAT SAGU Irma Ridhayani; Amry Dasar; Ali Fauzi Mahmuda; Abdi Manaf; Dahlia Patah
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11, No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1797

Abstract

Bata beton/ paving blok adalah salah satu bahan konstruksi yang digunakan pada lapisan atas struktur jalan selain aspal dan cor beton. Pada penelitian ini, penggunaan abu cangkang sawit (ACS), abu sekam padi (ASP) dan abu serat sagu (ASS) digunakan pada bata beton. Pengaruh ACS, ASP, dan ASS terhadap kinerja bata beton diteliti yaitu kekuatan tekan, penyerapan dan ketahanan sulfat dengan metode siklus basah-kering. Campuran bata beton dibuat dengan komposisi semen terhadap pasir sebesar 1:3, FAS sebesar 0.39 dan dirawat dengan cara disiram dan disimpan di laboratorium pada kondisi suhu lruang yang tidak dikontrol. Hasil pengujian menunjukkan hanya penggunaan 10% ACS yang memiliki kinerja bata beton yang sama dengan bata beton kontrol sesuai standar SNI-03-0691-1996. Selain itu, penggunaan 10% ASP maupun 10% ASS dapat digunakan untuk diaplikasikan pada taman.
Kinerja Durabilitas Mortar Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Ultrafine Ampas Teh Ali Fauzi Mahmuda; Nur Okviyani; Apriansyah Apriansyah
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.454

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi ultrafine ampas teh terhadap durabilitas mortar sebagai upaya reduksi jejak semen. Empat campuran disiapkan (0; 5; 7,5; 10% terhadap massa semen). Evaluasi dilakukan melalui uji daya serap air pada umur 28 dan 91 hari, half-cell potential pada 7, 28, dan 91 hari, serta kedalaman penetrasi ion pada 28 hari. Pada 91 hari, daya serap menunjukkan: kontrol 11,22%; 5% 11,03%; 7,5% 16,16%; 10% 17,14. Nilai HCP 91 hari menunjukkan pergeseran lebih positif: kontrol −12,5 mV (risiko rendah), 7,5% −52,7 mV dan 10% −64,1 mV (keduanya risiko rendah), sedangkan 5% ≈ −117,9 mV (sedang). Pada 28 hari, kedalaman penetrasi klorida berturut-turut: kontrol 39,349 mm; 5% 41,941 mm; 7,5% 45,840 mm; 10% 47,064 mm. Temuan ini mengindikasikan adanya batas optimum: 5% memberikan kinerja transport terbaik di antara campuran ampas teh (serapan dan klorida lebih rendah), sedangkan indikator elektrokimia lebih menguntungkan pada 7,5–10%. Secara praktis, rentang 5–7,5% dapat dipilih sesuai prioritas desain (pengendalian ingress klorida vs. penurunan peluang korosi), dengan pengendalian w/b dan curing yang memadai. Hasil mendukung kelayakan ampas teh ultrahalus sebagai material tambah berbasis limbah untuk mortar berketahanan tinggi.