Lidia Sari
Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan IVA Terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Wa Ode Sri Wati Lestari; Rina Anwar; Lidia Sari
An-Najat Vol. 1 No. 2 (2023): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i2.170

Abstract

Cervical cancer is one of the most common cancers suffered by women. Cervical cancer is cancer of the uterine mouth caused by Human Papiloma Virus (HPV). In Indonesia cervical cancer disease almost 70% of patients with this disease are found in an advanced stage. The number of cervical cancer cases in 2019 in Southeast Sulawesi Province was 128 cases of cervical cancer. The number of WUS who have not participated in the cervical cancer early detection program using the IVA method can be influenced by the lack of information obtained by the community. This study aims to determine the effect of IVA counseling on the level of knowledge of women of childbearing age in Tarafu Village, Batupoaro District, Baubau City. Methods: This study used a pre-experimental type method with The One Group Pre Test-Post Test Design research design. Statistical tests using the Wilcoxon Match Pairs Test. The sampling technique in this study was proposive sampling with the Aikunto formula. Study population: The population in this study were all women of childbearing age in tarafu village which amounted to 180 people. The sample in this study were women of childbearing age who had met the inclusion-exclusion criteria and with the sampling technique with the Arikunto formula n = 25% x N with a total of 45 women of childbearing age. Research Results: The results showed that there was an effect of IVA counseling on the level of knowledge of women of childbearing age in the Betoambari Health Center Working Area, Baubau City 2022, obtained a p-value of 0.000 at a significance degree of 5% (0.000 <0.05). Conclusion: The effect of IVA counseling is effective in increasing the knowledge of women of childbearing age about cervical cancer.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) TERHADAP KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS LAKOLOGOU KOTA BAUBAU Lidia Sari; Hermawati Hermawati; Wa Ode Sitti Zulaeha
Jurnal Kesehatan dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Teknologi
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64879/jkestek.v3i1.67

Abstract

Imunisasi dasar lengkap sangat penting untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit menular yang dapat dicegah sejak dini. Pengetahuan ibu yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dalam membawa bayi untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang ibu yang bayi berusia 1-2 tahun yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan langkah-langkah mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 27 responden (38,0%) memiliki pengetahuan baik, 29 responden (40,8%) cukup, dan 15 responden (21,1%) kurang. Sementara itu, 41 responden (57,7%) tergolong patuh dalam memberikan imunisasi dasar, dan 30 responden (42,3%) tidak patuh. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,014 (< 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi dan pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar di masyarakat.