I Gde Jayakumara
Prodi Ilmu Filsafat Hindu, Universitas Hindu Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON BUDDHISME PADA KAPITALISME PASAR I Gde Jayakumara; I Gusti Agung Paramita
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4841

Abstract

Artikel ini merupakan refleksi sederhana atas ajaran-ajaran Buddhisme tentang efek samping berlangsungnya kapitalisme. Untuk memperoleh pandangan Buddhisme tentang responnya terhadap kapitalisme pasar, maka digunakan ajaran-ajaran dua boddhisatva, yaitu Sakyamuni dan Vimalakirti sebagai objek material studi ini. Hasilnya: pertama respon dalam Buddhisme disampaikan dengan cara metaforik, yaitu penggunaan kata-kata yang satu kata dengan kata lainnya tersusun dalam kalimat secara kontradiktif dari sisi arti. Posisi ini bertentangan dengan pandangan kalitalisme pasar yang mendewakan rasionalitas yang ketat. Hal ini diarahkan agar manusia selalu tetap dalam pencarian akan spiritualitasnya; kedua, karena efek dari kapitalisme pasar menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan tubuh maka konsep pengobatan Buddhisme, yaitu kesembuhan dipandang bukan hanya lancarnya proses-proses metabolisme tubuh, tetapi juga persoalan psikis penderita. Artinya, kesembuhan hanya mungkin dicapai bila lingkungan sekitar pasien juga merasakan hal yang sama hingga kesembuhan mahluk hidup di semesta.
TATANAN NILAI PAGELARAN WAYANG SAPUH LEGER DALAM KEBUDAYAAN BALI MENURUT AKSIOLOGI MAX SCHELER A.A. Putra Dwipayana; I Gusti Agung Paramita; I Gde Jayakumara
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5838

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkap persoalan tatanan nilai pagelaran wayang sapuh leger yang sangat kompleks dalam kebudayaan Bali. Pagelaran wayang sapuh leger merupakan sebuah bentuk asimilasi kesenian dan ritual yang diperuntukan untuk seseorang yang lahir pada wuku wayang. Kepercayaan masyarakat Bali terhadap pelaksanaan ini tidak terlepas dari mitos Bhatara Kala yang hendak memangsa Rare Kumara. Kisah ini pula yang secara umum menjadi dasar keyakinan masyarakat Bali untuk melaksanakan pagelaran wayang sapuh leger. Maka dari itu, penelitian ini berupaya mengungkap tatanan nilai yang dipegang oleh masyarakat Bali tentang pagelaran wayang sapuh leger. Perspektif yang digunakan untuk mendekati persoalan ini adalah aksiologi atau tatanan nilai Max Scheler. Hasil dan pembahasan mengenai analisis wayang sapuh leger menurut perspektif Max Scheler menunjukan adanya: nilai kenikmatan, nilai vital, nilai kejiwaan, dan nilai kerohanian, akan tetapi secara prinsip nilai yang menempati posisi puncak hierarki dalam pelaksanaan pagelaran wayang sapuh leger adalah nilai kerohanian sebagai nilai yang mendasari pelaksanaannya.