Fenno Farcis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Handout Pembelajaran Fisika Berbasis SSCS Pada Materi Induksi Elektromagnetik di SMAN 4 Palangka Raya Yubi Prayogo; Suhartono; Fenno Farcis
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2023): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v5i1.8645

Abstract

Bahan ajar merupakan sesuatu yang dibuat oleh guru dalam memudahkan proses pembelajaran di kelas. Handout berisikan materi pembelajaran yang telah disusun dari beberapa literatur yang relevan dengan topik pembelajaran Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui hasil validasi handout menurut pakar/ahli dan respon peserta didik terhadap handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi Induksi Elektromagnetik Model pengembangan yang digunakan adalah Model pengembangan 4-D yang dibuat oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yang terdiri dari 4 tahapan pengembangan, yaitu Define, Design, Develop, and Disseminate. Pengembangan ini difokuskan hanya sampai pada tahap Pengembangan, sedangkan tahap Disseminate tidak dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi handout pembelajaran fisika berbasis SSCS dan lembar angket respon peserta didik. Lembar validasi diisi oleh Validator yang berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 orang dosen program studi pendidikan fisika universitas Palangkaraya dan 3 orang guru fisika SMAN 4 Palangka Raya. Handout diujicobakan terhadap peserta didik dengan jumlah 35 orang. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa hasil validitas handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi induksi elektromagnetik diperoleh persentase rata-rata sebesar 87,28% dengan kategori sangat valid. Hasil respon peserta didik terhadap handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi induksi elektromagnetik diperoleh persentase rata-rata sebesar 87,78% dengan kategori sangat baik
Penerapan Model PBL Berbantuan LKPD Pada Pembelajaran Materi Pesawat Sederhana di Kelas VIII agitha Anastasya; Muhammad Nawir; Fenno Farcis
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.15910

Abstract

Rendahnya hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains (KPS) siswa pada materi pesawat sederhana masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran IPA di SMP. Pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurangnya aktivitas praktikum menyebabkan siswa belum dilatih untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterampilan proses sains siswa dan (2) hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain One Shot Case Study pada siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kota Palangkaraya tahun ajaran 2023/2024. Sampel berjumlah 33 siswa dari kelas VIII-3 yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa tes KPS dan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase untuk menilai keterampilan proses sains dan ketuntasan hasil belajar secara individu, klasikal, dan berdasarkan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Uji coba terhadap 40 soal kognitif menghasilkan 35 soal valid dengan reliabilitas 0,87. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa terdiri dari kategori sangat baik (32,3%), baik (32,3%), cukup (25,8%), dan tidak baik (9,7%). Hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa 22 siswa (70,97%) tuntas, sedangkan 9 siswa (29,03%) tidak tuntas. Ketuntasan klasikal belum tercapai karena hanya 70,97% siswa tuntas dari standar ≥75%. Ketuntasan TPK mencapai 75% (18 dari 24 TPK tuntas). Hasil ini menunjukkan bahwa model PBL berbantuan LKPD efektif untuk melatih keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, serta dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis kompetensi abad ke-21.