Beras merupakan komoditas yang memegang posisi strategis, beras juga menjadi industri strategis bagi perekonomian nasional. Sistem pemasaran biasanya berkisar pada kegiatan antara pemasok barang. Proses pemasaran beras/gabah dari petani akan mengalami proses yang panjang dan akan mengalami perubahan harga dari petani ke tangan konsumen melalui lembaga pemasaran yang ada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis besarnya margin dan efisiensi saluran pemasaran beras. Penelitian dilaksanakan di Desa Sokoboyo Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada bulan April 2020 sampai dengan selesai dengan jumlah informan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 informan petani, 4 informan penggilingan dan 8 informan pedagang pengecer dengan menggunakan metode snow ball sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan dalam studi ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus margin pemasaran dan efesiensi pemasaran. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat dua jenis saluran pemasaran beras, yaitu; 1) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang pengecer-konsumen, 2) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang besar, dengan margin untuk saluran pertama Rp.3.700 dengan tingkat efisiensi 13,1% dan margin untuk saluran kedua yaitu Rp.2.700 dengan tingkat efisiensi 11,4%. hal ini menunjukkan bahwa kedua saluran pemasaran tersebut telah efisien.