Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi PHBS (sikat gigi) pada siswa SDN Patran Retno Wati; Ayu Mahanani; Nana Andriana Juniati
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.757

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan seseorang untuk selalu memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat. Institusi pendidikan dipandang sebagai sebuah tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatan dimana usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Salah satu indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu menggosok gigi karena delapan dari sepuluh anak Indonesia mengalami masalah gigi berlubang yang disebabkan oleh kebiasaan menyikat gigi yang salah. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan salah satunya adalah cara menyikat gigi yang baik dan benar agar terhindar dari berbagai penyakit gigi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menanamkan bagaimana cara sikat gigi yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi kepada siswa setelah itu praktek langsung bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Hasil kegiatan penyuluhan tentang PHBS gosok gigi dilakukan satu hari dengan rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktek langsung, tanya jawab dan pemberian doorprize. Terdapat peningkatan pemahaman bagaimana cara sikat gigi yang baik dan benar dengan dibuktikan melakui praktek secara langsung serta antusias peserta pada sesi tanya jawab, sehingga dapat disimpulkan program pengabdian kepada siswa kelas 1 SDN Patran berjalan dengan lancar
Peningkatan Daya Saing UMKM Slondok Win Melalui Peningkatan Kesehatan Pengrajin di Desa Kenalan Borobudur, Magelang Ayu Mahanani; Ike Ade Nur Liscyaningsih
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i2.13099

Abstract

Kawasan Borobudur dan sekitarnya terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Jenis wisata ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, namun juga masyarakat luas di kawasan Borobudur. Keberadaan Candi Borobudur berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan menjadi daya tarik wisata dengan keunikan seni, kerajinan, dan kulinernya Beberapa makanan khas daerah Borobudur diantaranya adalah olahan singkong, berupa gethuk, slondok, dan kimpul yang terkenal di Magelang. Slondok merupakan makanan yang menjadi primadona bagi para wisatawan. Karena potensinya yang besar, pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja telah menyiapkan program untuk mengembangkan sentra industri slondok di beberapa Desa di Kecamatan Borobudur. Namun pengrajin yang memproduksi slondok mayoritas lansia sehingga memiliki berbagai masalah kesehatan dan penyakit degeneratif. Sehingga perlu diperhatikan agar para lansia dapat mencegah penyakit dan dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah evaluasi Kesehatan pengrajin Slondok Win dan memberikan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya menjaga Kesehatan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Hasil dari kegiatan ini didapatkan evaluasi kesehatan yaitu gula darah, kolesterol dan asam urat para pengrajin. Mayoritas pengrajin adalah wanita dengan usia di atas 40 tahun sehingga memiliki kesehatan yang rentan. Pada kegiatan ini pengrajin diberi wawasan mengenai menjaga kesehatan pada usia lanjut.