Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL LOYALITAS PELANGGAN: SUATU EXPLORASI MEMBANGUN DETERMINASI SISTEM PENGUKURAN KINERJA STRATEGIS (KAJIAN EMPRIS UMKM DI BANDAR LAMPUNG) Fredi Setiawan; Harmani Harmani; Iing Lukman
Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Malahayati (JRAMM) Vol 12, No 2 (2023): Akuntansi keuangan dan manajemen
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jur.jeram.v12i2.9684

Abstract

Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia,. UMKM memiliki kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Selama pandemi, kita melihat banyak UMKM terpuruk, tapi begitu kita melihat saat ini UMKM yang tadinya terpuruk sudah kembali beroperasi normal. Salah satu cara berbisnis adalah mendirikan suatu bentuk usaha.Usaha Kuliner dipilih karena dilihat bahwa pada masa pademi usaha ini tetap dapat dijalankan walau dengan metode yang tidak biasa, masa pandemic memaksa pelku usaha dan konsumen untuk beralih ke era digital selain itu para pelaku bisnis kuliner harus menciptakan inovasi baru dan menciptakan strategi pemasaran yang dapat membuat usaha kuliner yang dibangun memiliki ciri khas yang menjadi keunggulan dalam bersaing dengan para kompetitor.Berdasarkan fenomena tersebut penulis tertarik untuk mengkaji “Model Loyalitas Pelanggan: Suatu Explorasi Membangun Determinasi Sistem Pengukuran Kinerja Strategis (Kajian Empiris UMKM Di Bandar Lampung khususnya wilayah kecamatan Kemiling, Pahoman dan Wayhalim)”Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 60 responden atas instrumen pernyataan yang digunakan untuk masing-masing variabel. Tabel 4.1 diatas memperlihatkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar daripada r tabel, r hitung > r tabel. Hal ini berarti bahwa data yang diperoleh secara keseluruhan valid dan dapat dilakukan pengujian data lebih lanjut.Berdasarkan data pada tabel 4.2 yang meliputi Kualitas Layanan, Sisim Kinerja Stategis dan Loyalitas Pelanggan, masing- masing memiliki nilai Cronbach’ Alpha  0.727, 0,736 dan 0,614. Semua instrumen dinyatakan reliabel karena memiliki nilai Cronbach’ Alpha lebih 0,60.Dari penelitian yg dihasilkan sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Kualitas layanan berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan, terdapat pengaruh Sistim kinerja Strategis terhadap Loyalitas Pelanggandan terdapat pengaruh secara simultan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Kualitas Layanan dan Sistim kinerja Strategis terhadap Loyalitas Pelanggan.
Beyond the Halal Label: Halalan-Tayyiban Perceptions Among Health-Conscious Muslim Women Rika Mulia; Tasya Nabila; Harmani Harmani
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol. 19 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v19i1.13942

Abstract

The concept of halalan tayyiban in Islam emphasizes not only the permissibility of food (halal), but also its quality, safety, and wholesomeness (tayyib). In practice, however, Muslim consumers often rely mainly on the halal label when choosing food. The increasing availability of UPF, GMO, and products containing artificial additives raises concerns about the health implications. This situation has encouraged the growth of healthy lifestyle movements, especially among Muslim women as primary decision-makers in household food consumption. This study aims to explore the perceptions of Muslim women who adopt a healthy lifestyle toward halal-labelled foods in relation to the concept of halalan tayyiban. A qualitative descriptive method was used by collecting data through open-ended online questionnaires from 30 Muslim women. The data were analysed thematically. The findings show that the halal label is viewed as a basic requirement but not a guarantee of tayyib. Participants also consider BPOM registration, ingredients, nutritional information, and labels such as organic and non-GMO. They tend to focus more on production processes and ingredient origins in relation to health. These results imply the need for stronger transparency in halal certification and increased ethical consumption awareness.