Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan potensi yang strategis dan memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi namun memiliki kendala seperti keterbatasan modal. Atas dasar tingginya tingkat kebutuhan UMKM terhadap permodalan, Pemerintah Kota Bukittinggi mengeluarkan program Tabungan Utsman. Melalui Tabungan Utsman, selain menabung, masyarakat dapat menerima pinjaman terlebih dahulu, dan seluruh biaya yang timbul akibat pinjaman tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Kota melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selama program ini berjalan, ditemukan beberapa kendala seperti debitur yang mengeluhkan batas pinjaman yang hanya sampai 10 juta, sulitnya verifikasi pendaftaran karena syarat-syarat yang tidak terpenuhi sehingga sulit untuk mendapatkan manfaat dari tabungan Utsman, adanya sistem penyetoran tabungan setiap hari, dan akad pinjaman di awal yang hanya diperuntukkan sebagai modal usaha sedangkan banyak nasabah yang lebih membutuhkan untuk keperluan lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kinerja program pemberdayaan UMKM di kota Bukittinggi melalui Tabungan Utsman yang kemudian akan dievaluasi dengan menggunakan metode Logic model. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan analisis dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Walikota Bukittinggi, Direktur BPRS Jam Gadang Bukittinggi, Dinas UKM, Dewan Pengawas Syariah dan Nasabah Tabungan Utsman. Prosedur analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil evaluasi input pada program ini dikategorikan sangat baik, karena semua komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan program terpenuhi. Pada tahap evaluasi aktivitas berada pada kategori cukup baik karena masih terdapat beberapa kendala, mulai dari perancangan Perwako hingga pengawasan program oleh DPS. Hasil evaluasi output berada pada kategori sangat baik karena banyak pihak yang diuntungkan baik dari sisi nasabah maupun dari sisi manajemen. Outcome belum dapat dilihat karena program masih membutuhkan waktu untuk dapat melihat dampak jangka panjangnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menambah jumlah informan untuk nasabah tabungan Utsman sehingga bisa mendapatkan informasi yang lebih bervariasi.