Abstract The purpose of this research is to provide a solutive critique of the development of the Christian Religion education curriculum in Indonesia regarding demoralization. With this research, it is hoped that educators will be able to evaluate the effectiveness of the curriculum used for teaching so that it contains moral teaching with the biblical concept of the Bible. The method of this study uses qualitative research using sources from scientific journals and books on Christian Religious education curriculum design. The results and discussion of this study show that so far the teaching of the Bible has not been taught in schools, and only emphasizes imperative moral teachings due to the demands of the scriptures. As a result, students do not understand the actual reasoning why a Christian must have good morals. The researcher provides a solution step by providing the concept of biblical teaching, which emphasizes that morality in Christianity is not because of demands but because of the impulse of love which is felt through understanding in reason and human conscience. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kritik yang bersifat solutif terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Agama Kristen di Indonesia terkait demoralisasi. Dengan penelitian ini diharapkan para pendidik mampu mengevaluasi keefektifan kurikulum yang dipakai untuk mengajar supaya memuat pengajaran moral dengan konsep Injil yang biblikal. Metode dari penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber dari jurnal ilmiah dan buku desain kurikulum pendidikan Agama Kristen. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pengajaran Injil selama ini kurang diajarkan di sekolah-sekolah, dan hanya masih menekankan ajaran moral yang bersifat imperatif karena tuntutan kitab suci. Akibatnya peserta didik tidak mengerti reasoning sebenarnya mengapa seorang Kristen harus memiliki moral yang baik. Peneliti memberikan langkah solutif dengan memberikan konsep pengajaran Injil yang biblikal, yang menekankan bahwa moral dalam kekristenan bukan karena tuntutan tapi karena dorongan kasih yang dirasakan lewat pengertian secara akal dan hati nurani manusia.