Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI KEUNGGULAN BERSAING DALAM PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM: (Studi Multikasus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang) Duki
JURNAL PUSAKA Vol. 13 No. 01 (2023): Edisi 20
Publisher : LP3M Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v13i01.1017

Abstract

This study aim to discusses the concepts, strategies, and implications of competitive advantage in Islamic tertiary institutions. Furthermore, the purpose of this study is to analyze and find about the concepts, strategies, and implications of competitive advantage in Islamic tertiary institutions. This study uses a qualitative method with a multi-case study type of research. The research locations were at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang and Muhammadiyah University of Malang, data collection techniques were in-depth interviews, observation, participation and documentation studies. Data analysis was carried out through three stages, namely data presentation, data condensation, and drawing conclusions in each case, followed by a comparative study of the two cases. As for checking the validity of the data researchers carried out with credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this study are: First, the concept of competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions is to carry out general tips/patterns in plans and actions focused on the vision and mission to become an Islamic tertiary institution. Leading (superior) with special characteristics and religious character. The differentiation of UIN Malang is the integration of Islam with the character of Ulul Albab while UMM integrates science and technology with the character of progressing Islam, being Indonesian and modern. Second, strategic steps for competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions are determining uniqueness, conducting internal and external environmental analysis, making programs and policies, improving human resource capabilities, building reputation, improving infrastructure, improving services and having business units. Third, the implications of building strategy building competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions can be seen through the progress achieved, namely receiving appreciation and recognition from various groups, both national and international levels. Institutional, academic, HR, infrastructure, funding have increased.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTS AL-AMIN BLIMBING – MALANG Duki; Mufarichah
AN NAHDLIYYAH Vol 3 No 2 (2024): MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN SEKOLAH DENGAN MENERAPKAN EVALUASI PEMBELAJARAN YA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi klinis dalam meningkatkan kinerja guru di MTs Al-Amin Blimbing Malang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Tahap supervisi klinis di MTs. Al-Amin Blimbing Malang yaitu: (1) Tahap Pertemuan Awal. Terdiri dari:  (a) Menciptakan suasana akrab dan terbuka antara Kepala Madrasah dan guru / pendidik; (b) Mendalami kondisi guru mengenai masalah dan rintangan yang menjadi fokus perhatian oleh guru atau pendidik. (c) Membicarakan rencana pelajaran yang telah dibuat oleh guru yang  mencakup  tujuan,  bahan,  dan  alat  kegiatan belajar-mengajar. (d) Mendiskusikan atau memilih bersama instrumen tersebut termasuk cara penggunaannya yang akan digunakan guru. (2) Tahap Observasi. Terdiri dari: (a) Observasi Perorangan;  (b) Observasi Kelompok. (3) Tahap Pertemuan Balikan. 2) Hasil evaluasi supervisi klinis yang dilaksanakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MTs. Al-Amin Blimbing Malang Dalam evaluasi Kepala Madrasah akan menghasilkan beberapa penguatan yang akan diberikan kepada guru dengan cara Menugaskan guru untuk mengikut MGMP, pelatihan dan workshop.
OPTIMALISASI FUNGSI MASJID DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA: STUDI KASUS DI MASJID AL-FURQAN, KARANGASEM, LAWANG Duki
ABDI MASYARAKAT Vol 1 No 1 (2025): PENDIDIKAN ISLAM DAN MASYARAKAT MUSLIM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Muslim, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi-fungsi integral masjid dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di lingkungan Masjid Al-Furqan, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, melalui serangkaian kegiatan seperti pelatihan kelembagaan, penyuluhan keagamaan, pembinaan remaja masjid, serta program kewirausahaan mikro. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi jamaah, penguatan struktur kelembagaan masjid, dan munculnya program-program baru yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa masjid dapat memainkan peran penting dalam pembangunan SDM apabila difungsikan secara optimal, inklusif, dan profesional.
STRATEGI KEUNGGULAN BERSAING DALAM PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM: (Studi Multikasus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang) Duki
JURNAL PUSAKA : Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 13 No. 01 (2023): Edisi 20
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v13i01.1017

Abstract

This study aim to discusses the concepts, strategies, and implications of competitive advantage in Islamic tertiary institutions. Furthermore, the purpose of this study is to analyze and find about the concepts, strategies, and implications of competitive advantage in Islamic tertiary institutions. This study uses a qualitative method with a multi-case study type of research. The research locations were at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang and Muhammadiyah University of Malang, data collection techniques were in-depth interviews, observation, participation and documentation studies. Data analysis was carried out through three stages, namely data presentation, data condensation, and drawing conclusions in each case, followed by a comparative study of the two cases. As for checking the validity of the data researchers carried out with credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this study are: First, the concept of competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions is to carry out general tips/patterns in plans and actions focused on the vision and mission to become an Islamic tertiary institution. Leading (superior) with special characteristics and religious character. The differentiation of UIN Malang is the integration of Islam with the character of Ulul Albab while UMM integrates science and technology with the character of progressing Islam, being Indonesian and modern. Second, strategic steps for competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions are determining uniqueness, conducting internal and external environmental analysis, making programs and policies, improving human resource capabilities, building reputation, improving infrastructure, improving services and having business units. Third, the implications of building strategy building competitive advantage in the development of Islamic tertiary institutions can be seen through the progress achieved, namely receiving appreciation and recognition from various groups, both national and international levels. Institutional, academic, HR, infrastructure, funding have increased.
PROBLEMA KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN MODERN Duki
AN NAHDLIYYAH Vol 4 No 1 (2025): MEMBACA PENDIDIKAN DALAM DINAMIKA VOLATILIITAS, KETIDAKPASTIAN, KOMPLEKSITAS, dan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah bangsa yang besar bukanlah bangsa yang besar penduduknya, tetapi bangsa yang besar adalah jika elemen masyarakatnya berpendidikan dan mampu memajukan negaranya. Pendidikan adalah kunci semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masharakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi kompetensi yang beragam harus melalui proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Proses pendidikan dalam kegiatan pembelajaran akan bisa berjalan dengan lancar, kondusif, interaktif dan lain sebagainya apabila dilandasi oleh dasar kurikulum yang baik dan benar. Kurikulum modern sebagaimana didefinisikan oleh J. Gallen dan William M. Alexander, kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar baik dalam ruang kelas, halaman sekolah maupun di luar sekolah. Atau Menurut Soedijarto, “Kurikulum adalah segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi oleh siswa atau mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan”. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kurikulum modern cenderung mengutamakan proses dari pada isi. Istilah modern identik dengan rasionalisme, matrealisme dan pragmatisme dan teknologi mutaakhir. Pada kenyataannya kurikulumpun tidah bisa lepas dari paham-paham tersebut. Hal ini, jelas akan mempengaruhi pada hasil produk pendidikan, seperti pendidikan hanya diarahkan untuk mencetak pekerja-pekerja pabrik sehingga potensi yang dimiliki siswa tidak tergali dan bahkan mati sebelum berkembang, juga jauhnya siswa dari agama, karena itu siswa menjadi orang yang tidak mengenal tuhannya, norma-norma agama, sehingga pada akhirnya menjadi orang yang korup, tidak punya kepedulian sosial dan buta mata dan buta hati. Disamping itu, kalau dihubungkan dengan keadaan di Indonesia, teknologi pengajaran sampai saat ini masih jauh dari yang diharapkan, karena tenaga pengajar dan fasilitas pedukung yang belum memadai. hal ini disebabkan oleh anggaran pendidikan yang minim, di tambah pengalokasiannya yang tidak merata. Solusinya adalah dengan mengembalikan kurikulum pada kurikulum yang berwawasan keislaman dan lingkungan.
MEMAHAMI PENGEMBANGAN KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN YANG EFEKTIF Duki
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The competence of a manager is one of the factors in the development of an organization. A manager who has adequate competence tends to be able to improve the organization, whereas a manager who lacks competence tends to make the organization stop or retreat. Because management controlled by managers is the center or core of administration. While administration is a process that exists within the organization. If the process is getting better, it means the organization is progressing. On the other hand, if the process gets worse and eventually stalls, it means that the organization is retreating and eventually dies. This article discusses the Competence Development of Education Personnel (Staff) and the reasons why it needs to be done. This article also discusses the obstacles faced in the effort to develop the competence of education personnel, and most importantly discusses the models of staff competency development according to experts.
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DALAM KERANGKA STRATEGI PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF Duki
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

strategi merupakan sebuah rencana berupa rangkaian kegiatan-kegiatan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran dengan baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kerja yang efektif, efisien dan profesional. Strategi menunjukan pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Imam Al Ghazali menjelaskan guru dalam pengertian akademik yaitu, seseorang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau seseorang yang menyertai sesuatu institusi untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para pelajarnya. Karena guru merupakan sebuah publik figur yang akan dijadikan panutan pelajarnya, maka guru harus memiliki akhlak yang luhur. Pembinaan dan pembimbingan murid dari guru yang berakhlak luhur sangat menentukan terbentuknya prilaku sebagai pencerminan dari al akhlak al-karimah. Dalam kaitannya dengan tugas guru, maka: Ada pernyataan tentang tugas guru, yaitu: (a) Guru harus mengetahui karakter murid; (b) Guru harus selalu berusaha meningkatkan keahliannya baik dalam bidang yang diajarkannya maupun dengan cara mengajarkannya. (c) Guru harus mengamalkan ilmunya, jangan berbuat berlawanan dengan ilmu yang diajarkannya. Tanggung jawab guru ialah keyakinannya bahwa setiap tindakannya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban didasarkan atas pertimbangan professional (professional judgement) secara tepat.