Naniek Ratni Juliardi AR
Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DISTRIBUSI PENCEMARAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) DAN DISSOLVED OXYGEN (DO) DENGAN METODE GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DAN STREETER PHELPS DI SEPANJANG KALI SURABAYA Naniek Ratni Juliardi AR; Muhammad Rasich Nabil Adis
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.108

Abstract

Kali Surabaya merupakan sungai dengan kategori kelas II yang keberadaannya berhulu dari DAM Lengkong Mojokerto dan berhilir di DAM Jagir Surabaya. Kali Surabaya mempunyai potensi mendapatkan pencemaran dari industri di sekitar, karena 29% pemanfaatan lahan di sekitar Kali Surabaya adalah kawasan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi BOD dan DO menggunakan metode Geographic Information System (GIS) serta hubungannya dengan proses terjadinya self-purification di Kali Surabaya. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa kandungan BOD di Kali Surabaya melebihi baku mutu air kelas II. Berdasarkan analisis statistik regresi, didapatkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap kandungan BOD adalah DO. Semakin naik nilai DO, debit, dan pH maka semakin turun nilai BOD. Namun apabila nilai suhu mengalami kenaikan maka nilai BOD juga semakin naik. Kali Surabaya mempunyai karakteristik koefisien deoksigenasi sebesar 0.12 – 0.20 /hari dan koefisien reaerasi sebesar 0.29 – 0.54 /hari. Koefisien tersebut sangat mempengaruhi perhitungan self-purification dengan menggunakan persamaan Streeter-Phelps. Dengan jarak 0.3 Km dari titik 1 ke titik 2 DO mengalami kenaikan sebesar 0.52 mg/lt. Sedangkan pada titik 9 ke titik 12 dengan jarak 1.2 Km mengalami kenaikan DO sebesar 0.80 mg/lt. Pada jarak yang lebih panjang, kemampuan self-purification yang terjadi akan semakin baik, namun dengan catatan tidak adanya lagi masukan kedalam sungai.