Ratna Kartika Dewayani
Program Studi Teknik Kimia, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KUAT ARUS DAN LUAS PENAMPANG ELEKTRODA TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Ratna Kartika Dewayani; Haryanto
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.161

Abstract

Seiring dengan berkembangnya industri batik di Indonesia, jumlah pengrajin batik pun semakin bertambah. Namun, masih banyak industri batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Limbah cair batik mengandung bahan organik seperti COD, BOD, TSS dan logam berat yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengatasi pencemaran COD dan TSS pada limbah batik adalah metode elektrokoagulasi. Variasi yang digunakan adalah kuat arus listrik (1A , 3A, 5A, 7A, 10A) dan luas penampang elektroda (3x10 cm ; 4x10 cm ; 5x10 cm; 6x10 cm; 7x10 cm). Hasil dari penelitian ini diperoleh penurunan kadar COD tertinggi terdapat pada variabel kuat arus 10 Ampere dengan ukuran lempeng 7x10 cm dengan nilai COD sebesar 264,83 Mg/L atau sebesar 62,12%. Sedangkan untuk TSS diperoleh hasil penurunan kadar TSS paling optimum adalah pada variabel kuat arus 7 Ampere dengan ukuran lempeng 7x10 cm yaitu sebesar 500 mg/L atau sebesar 86,21%.