Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : helfin journal

HUBUNGAN SIKAP TUBUH TERHADAP RISIKO NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA PABRIK TAHU DAN TEMPE KOTA DEPOK: RELATIONSHIP BETWEEN BODY POSTURE AND THE RISK OF LOWER BACK PAIN IN TOFU AND TEMPE FACTORY WORKERS IN DEPOK CITY Manik, James
HelFin Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i1.6459

Abstract

Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai berat. Jika dalam hal ini otot menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama, maka dapat menyebabkan kerusakan pada otot, saraf, tendon, persendian, kartilago, dan discus invertebrata. Salah satu gangguan akibat keluhan muskuloskeletal ialah nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah umum kesehatan yang sering ditemukan pada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pabrik tahu dan tempe. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional jenis korelasi dengan menggunakan kuesioner dan juga Rapid Entire Body Assesment (REBA) untuk mengukur postur kerja. Subjek penelitian yaitu pekerja pabrik tahu dan tempe yang berada di kota X dengan jumlah sebanyak 47 pekerja. Hasil: Berdasarkan hasil dari olah data dengan SPSS didapatkan hasil uji korelasi menggunakan Chi Square yaitu didapat tidak ada hubungan yang signifikan (p value= 0.012). Kesimpulan: bahwa terdapat hubungan antara postur tubuh dengan risiko terjadinya nyeri pinggang bawah.
MANFAAT STRETCHING DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI PARKINSON (STUDI KASUS) James Manik; Kirana Wardhani
HelFin Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i1.5358

Abstract

Latar belakang: Parkinson merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan penurunan fungsi otak dan sistem saraf. Kondisi ini memunculkan gangguan motorik berupa tremor, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Tujuan: untuk mengetahui manfaat fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot, daya tahan otot, dan keseimbangan pada penderita Parkinson yang mengalami instabilitas postural. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek merupakan seorang pasien pria berusia 77 tahun yang diagnosa medis Parkinson dengan keluhan gangguan keseimbangan berjalan. Pengumpulan data dilakukan dengan anamnesis (secara auto dan hetero), observasi, dan pemeriksaan. Instrumen pemeriksaan yang digunakan yaitu manual muscle testing (MMT), berg balance scale (BBS), dizziness handicap inventory (DHI), dan time up & go test (TUG). Intervensi yang diberikan yaitu stretching dan terapi latihan; bridging exercise, diagonal moving cone, latihan berjalan melintasi cone, postural control direct, lempar tangkap bola di atas trampolin, serta mengoper bola dengan rotasi kepala & trunk. Hasil: setelah dilakukan terapi sebanyak 7 kali ditemukan peningkatan total skor Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go test (TUG) yang merupakan pengukuran tingkat keseimbangan serta risiko jatuh. Peningkatan skor BBS dari 36 menjadi 40 dengan interpretasi risiko jatuh sedang. Pada pengukuran TUG, terdapat perubahan waktu dari 20 detik (risiko jatuh sedang) menjadi 16 detik (risiko jatuh ringan). Kesimpulan: Pemberian intervensi stretching dan berbagai terapi latihan dapat meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh pada penderita Parkinson. Kata kunci : parkinson, stretching, terapi latihan, gait training, vestibular exercise.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA KONDISI HEMIPARESE PASCA STROKE: THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF MANAGEMENT AND THE LEVEL OF INDEPENDENCE IN POST STROKE HEMIPARESE CONDITIONS James Manik; Beriman Rahmansyah; Cory Apolena Amelia Saud
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7137

Abstract

Latar Belakang: Stroke termasuk satu dari beberapa pemicu utama kematian dan kecacatan di dunia, yang berdampak besar pada kemandirian dan kualitas hidup para penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengkaji hubungan antara kemampuan pengelolaan diri atau self management dan tingkat kemandirian pada pasien yang mengalami hemiparesis pasca stroke. Metode: Metode yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu metode korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, data dikumpulkan dari 30 pasien pasca stroke yang mendapatkan pelayanan fisioterapis di Klinik Mandiri Center pusat dan cabang Jakarta. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ) dan Functional Independence Measurement (FIM) melalui penggunaan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian self management dan tingkat kemandirian sebesar r= 0,564, dengan nilai signifikan p= 0,001 berarti adanya hubungan positif yang signifikan antara self management dengan tingkat kemandirian, yang berarti kemampuan self management yang lebih baik berkaitan dengan kemandirian yang lebih tinggi dalam aktivitas sehari-hari setelah stroke. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan self management untuk mendukung hasil yang lebih baik terhadap kemandirian pada pasien pasca stroke.