Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non-Hijau (RTNH) : Indonesian Muh Azhari; Fahruddin Arfianto; Pienyani Rosawanti; Putri Irianti Sintaman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v2i1.146

Abstract

Palangka Raya City is one of the cities that is experiencing growth and development along with the increasing number of residents occupying the area. The city of Palangka Raya with its environmental conditions must managed by paying attention to sustainability aspects and thinking about the risks of its management, for example the management of Green Open Space and Non-Green Open Space in the area. Apart from the government managing the environment, the community must also be able to maintain and manage the environment which has been designated for certain conditions. so that the environment remains well managed. for example by involving students as part of service activities, because students can become vioners and agents of change. Community service activities carried out using observation techniques and case studies at RTH and RTNH locations can improve and have an influence in protecting the environment in accordance with the established functions. The functions of RTH and RTNH include educational functions, tourism functions, economic functions and aesthetic functions and ecological functions.
Penerapan Teknis Budidaya oleh Petani pada Produksi Alpukat di Lahan Gambut : Studi Kasus di Desa Tahai Jaya dan Kereng Bengkirai Evi Faridawaty; Pienyani Rosawanti; Suparno Suparno; Untung Darung; Susi Kresnatita
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12509

Abstract

Budidaya alpukat pada lahan gambut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas hortikultura, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut yang umumnya memiliki tingkat kemasaman tinggi, ketersediaan unsur hara rendah, dan kondisi pengairan yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani pada lahan gambut, mengetahui produksi alpukat yang dihasilkan, serta menjelaskan hubungan antara penerapan teknis budidaya dan produksi alpukat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tahai Jaya dan Desa Kereng Bengkirai dengan menggunakan metode survei melalui wawancara dan observasi terhadap petani alpukat. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, penerapan teknis budidaya, dan produksi alpukat, serta menganalisis hubungan dengan korelasi Spearman antara aspek teknis budidaya dan produksi alpukat. Hasil penelitian bahwa penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani meliputi persiapan media tanam, pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan sistem drainase. Produksi alpukat lahan gambut berkisar antara 20 hingga 100 kilogram per pohon per tahun. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa ketebalan gambut, luas lahan dan pemupukan, serta varietas bibit terdapat hubungan dengan produksi alpukat. Hubungan terkuat pada varietas bibit terhadap produksi alpukat pada lahan gambut. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas bibit menjadi faktor penting dalam produksi alpukat pada lahan gambut.