Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIBONAT Meri Diana Taneo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v2i10.3742

Abstract

Memberikan vaksinasi dasar yang lengkap dapat mencegah kematian anak akibat penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi (PD3I) seperti tuberkulosis, hepatitis, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, dan campak. Cakupan vaksinasi dasar yang lengkap pada tahun 2021 di Puskesmas Naibonat belum mencapai target Rencana Strategis sebesar 90%. Para ibu memiliki pengaruh dan peran penting dalam kesehatan anak-anak mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan vaksinasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian potong lintang. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari 550 ibu dengan bayi berusia 9-12 bulan, dengan sampel total sebanyak 85 orang yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel acak. Dengan menggunakan analisis uji statistik Chi-Square, hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,9% bayi memiliki status vaksinasi lengkap, 69,4% responden memiliki pengetahuan yang baik, 56,5% responden memiliki jumlah anak yang mencukupi, 69,4% responden memiliki sikap positif, 60,0% responden memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, dan 50,6% responden tidak memiliki pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kelengkapan vaksinasi dasar adalah pengetahuan ibu (p-value 0,000), sikap ibu (p-value 0,002), pendidikan ibu (p-value 0,032), dan pekerjaan ibu (p-value 0,024). Sementara itu, variabel yang tidak berhubungan dengan kelengkapan vaksinasi dasar pada bayi adalah paritas ibu (p-value 0,220). Harapannya adalah puskesmas akan meningkatkan edukasi dan kunjungan ke rumah terkait vaksinasi serta mengingatkan ibu-ibu yang belum melaksanakan vaksinasi pada anak-anak mereka. Juga diharapkan bahwa kader akan mendorong ibu-ibu untuk selalu membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan vaksinasi dasar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, kemudian meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kekebalan anak-anak sehingga anak-anak terlindungi dari penyakit.