Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil juga disebut berpotensi membahayakan tidak hanya bagi ibu tetapi juga anak yang dikandungnya. Dampak yang akan terjadi akibat anemia adalah semakin tingginya risiko keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kelainan yang terjadi pada janin serta dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu dan janin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran bidan, peran keluarga, dan persepsi ibu terhadap perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Lawang Gintung Tahun 2021. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitis dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 149 ibu hamil dan sampel yang digunakan sebanyak 65 ibu hamil sebagai responden. Teknik pengambilan sampelnya adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah angket. Metode analisis yang digunakan adalah Chi-Square dengan 0,05 menggunakan IBM spss v25. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil termasuk dalam kategori baik (50,8%), peran bidan suportif (72,3%), peran keluarga baik (63,1%), persepsi ibu baik (53,8%) terhadap perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Lawang Gintung Tahun 2021. Kesimpulan: Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara peran bidan (P-value = 0,044), peran keluarga (P-value = 0,016), dan persepsi ibu (P-value = 0,004) terhadap perilaku pencegahan anemia. pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Lawang Gintung tahun 2021. Persepsi ibu merupakan variabel yang paling berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Semakin baik persepsi ibu maka semakin baik pula perilaku pencegahan anemia.