Pendahuluan: Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO), Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia pada tahun 2015 adalah 261 per 100.000 kelahiran hidup Sedangkan AKB mencapai 22 per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2015). AKI di Indonesia 305 per 100.000 kelahiran hidup. Dan AKB pada tahun 2017 di Indonesia adalah 15 per 1000 kelahiran hidup. Di Kota Bogor cakupan pelayanan nifas (KF1) Tahun 2018 yaitu sebesar 97%, pada tahun 2019 sebesar 97,6% dan pada tahun 2020 sebesar 96,7%. Sedangkan cakupan pelayanan KF1 di Puskesmas Bogor Tengah pada tahun 2018 sebesar 107,4%, pada tahun 2019 sebesar 94,2% dan pada tahun 2020 sebesar 94,1%. Untuk itu diperlukan pelayanan nifas yang bermutu untuk meningkatkan cakupan pelayanan nifas (KF1). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu pelayanan nifas pertama (KF1) di Puskesmas Bogor Tengah Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian yaitu Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cros-sectional, dilaksanakan di Puskesmas Bogor Tengah pada bulan Januari 2022. Populasi seluruh ibu nifas yang melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Bogor Tengah pada bulan Januari sampai Desember 2021 sebanyak 76 ibu nifas dengan sampel adalah Total sampling. Analisis data dengan metode Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Hasil: Terdapat hubungan antara kompetensi teknis dengan mutu pelayanan nifas pertama (p-value = 0,032 < 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara kenyamanan dengan mutu pelayanan nifas pertama (p-value = 0,029 < 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan antar manusia dengan mutu pelayanan nifas pertama, Terdapat hubungan yang bermakna antara informasi dengan mutu pelayanan nifas pertama (p-value = 0,043 < 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara akses terhadap pelayanan dengan mutu pelayanan nifas pertama (p-value = 0,043 < 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan waktu dengan mutu pelayanan nifas pertama (p-value = 0,032 < 0,05). Kesimpulan: Dari hasil analisis mutu pelayanan nifas pertama di Puskesmas Bogor tengah terdapat hubungan antara kompetensi teknis, kenyamanan, hubungan antar manusia, informasi, akses terhadap pelayanan, ketepatan waktu terhadap mutu pelayanan nifas (KF1).