Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pembelajarab Bahasa Arab Berbasis Scrabble terhadap Penguasaan Kosa Kata dan Keterampilan Menulis Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Al-Bana Asing Hamzanwadi NW (Nahdlatul Wathan) Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat Siti Linda Eka Sari; Haniah; Hamka Ilyas
Shaut al Arabiyyah Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v11i1.38643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menganalisis kemampuan penguasaan kosa kata dan keterampilan menulis siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Al-Bana’ Asing Hamzanwadi NW tanpa menggunakan strategi pembelajaran berbasis scrabble. 2). Menganalisis kemampuan penguasaan kosa kata dan keterampilan menulis siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Al-Bana’ Asing Hamzanwadi NW dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis scrabble. 3). Menganalisis efektifitas strategi pembelajaran bahasa Arab berbasis scrabble terhadap penguasaan kosa kata dan keterampilan menulis siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Al-Bana’ Asing Hamzanwadi NW. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes, angket dan dokumentasi. Dalam hal ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi program SPSS 22 for windows dalam pengolahan datanya. Teknik analisis yang digunalan adalah uji independent sample test. Hasil yang di peroleh pada penelitian ini adalah nilai mean kelas kontrol sebelum pembelajaran terkait penguasaan kosa kata adalah 37,00 dan setelah pembelajaran adalah 52,00. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebelum pembelajaran terkait keterampilan menulis adalah 35,50 dan setelah pembelajaran adalah 45,70. Adapun nilai mean kelas eksperimen sebelum pembelajaran terkait penguasaan kosa kata adalah 40,00 dan setelah pembelajaran adalah 61,80. Sedangkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebelum pembelajaran terkait keterampilan menulis adalah 39,60 dan setelah pembelajaran adalah 50,60. Selanjutnya diuji dengan menggunakan uji independen sample t-tes melalui aplikasi SPSS 22 Sig. (2-tailed) diketahui bahwa data kelas eksperimen dan kelas kontrol pada penguasaan kosa adalah 0.048 dan 0.17 dan pada keterampilan menulis 0.030 dan 0.026. Semua nilai signifikan yaitu lebih kecil dari 0.05 (< 0.05) Maka dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan H1 diterima.
Nilai Pendidikan Al-Ijaz fī Jawāmi' al-Kalim: Efisiensi Bahasa Hadis Nabi dalam Pembentukan Akhlak Muh. Mukhlis Rahman; Haniah
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 8 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v8i1.6997

Abstract

The prophetic linguistic phenomenon of al-ijaz fī jawāmiʿ al-kalim, the concise yet profoundly meaningful expressions of the Prophet Muhammad saw. The study emerges from the gap in existing literature, where discussions on jawāmiʿ al-kalim often focus narrowly on linguistic aesthetics rather than its integrative moral and educational dimensions. This research synthesizes classical and contemporary perspectives to reveal how brevity in prophetic discourse functions as a transformative medium for ethical, spiritual, and social development. Methodologically, this study employs a systematic literature review by analyzing primary hadith sources, classical balāghah texts, and modern scholarly interpretations, followed by thematic coding and conceptual synthesis. The findings indicate that jawāmiʿ al-kalim encapsulates intertwined moral values, ethical responsibility, self-discipline, spiritual consciousness, and interpersonal harmony conveyed through rhetorical devices such as ijaz al-qaṣr and ijaz al-ḥadhf. These linguistic strategies enable the timeless transmission of moral principles in minimal words. The research concludes that the Prophet’s rhetorical style represents a moral pedagogy rooted in eloquence, simplicity, and universality. Theoretically, it bridges linguistic analysis and moral education, offering a model for ethical communication and character formation relevant to contemporary contexts. This study strengthens the conceptual foundation of Islamic moral linguistics and its educational applications.
The Effectiveness of the Alef Education Platform on Arabic Learning Interest and Outcomes in Madrasah Aliyah: Pengaruh Platform Pendidikan Alef terhadap Minat dan Hasil Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Husnul Khatimah; Haniah; Hamka
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 5 No. 2 (2026): AUGUST
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v5i2.3623

Abstract

Background: Arabic language learning in Madrasah Aliyah still faces challenges, including low student interest and learning outcomes, because the material is considered difficult and instruction tends to be monotonous, making interactive technology-based media necessary to increase student engagement. Purpose: This study analyzed the effectiveness of the Alef Education platform as an interactive medium in improving Arabic learning interest and outcomes among grade XI students at MAN 1 Enrekang. Method: A quantitative quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design was used. Of 233 grade XI students, 64 were selected through purposive sampling into a control class (XI B, n=32) and experimental class (XI D, n=32), with baseline equivalence confirmed (p>0.05). Data were collected via observation, a 15-item Likert-scale learning interest questionnaire, pretest–posttest achievement tests, and documentation. Results and Discussion: Post-treatment learning interest was high (mean=83.38; range=74–96) and learning outcomes were also high (mean=83.31; range=63–93), with significant effects (p=0.001<0.05) on both variables. Conclusions and Implications: Alef Education is effective in increasing students' interest and achievement in Arabic learning; however, successful implementation requires adequate devices, stable internet, and pedagogical readiness.