Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PROMOSI ONLINE MIXUE KOTA BENGKULU MELAUI INSTAGRAM TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Elza Puspita Sari; Mukhlizar
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 4 No 1 (2023): Vol.4 No.1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v4i1.5646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau mengenai Analisis Strategi Komunikasi Promosi Online Mixue Kota Bengkulu Melaui Instagram terhadap Kepuasan Konsumen. Metode penelitan kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian didapat secara langsung dari lapangan terutama dari oulet Mixue, tepatnya dari informan yaitu kepala toko dan Pegawai mixue. Kemudian, data juga diperoleh dari berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan kajian Teori bauran pemasaran mix 4P ( kotler ) yang dimana strateginya menggunakan pendekatan dengan , product, price, place, promotion namun berfokus pada pendekatan promotion. Pada hasil penelitian, diketahui bahwa promosi merupakan hal yang sangat penting dikarenakan informasi yang sampai langsung ke masyarakat untuk mengetahui produk mixue yang terbaru. Strategi komunikasi pemasaran mixue kampung bali kota bengkulu dalam menarik minat konsumen yaitu menggunakan media sosial instagram yang penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi yang efektif dalam mempromosikan produk dan membangun citra brand yang kuat. Dalam proses pemasaran online, akun @mixue.bengkulu telah melakukan berbagai macam strategi untuk mengembangkan usahanya, salah satunya dengan promosi pemasaran di instastory instagram. Keywords: Strategi, Komunikasi Pemasaran, Mixue..
KESETARAAN GENDER DALAM ARISAN MAPAN: MAMA LAGI MEETING DI KANAL YOUTUBE MAPAN Shelly Arsita; Mukhlizar
JOISCOM (Journal of Islamic Communication) Vol. 4 No. 2 (2023): JOISCOM (Journal Of Islamic Communication)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/joiscom.v4i2.6049

Abstract

ABSTRAK .Dibalik periklanan tentang bias gender, terdapat iklan yang menggambarkan tentang kesetaraan gender yang dapat ditemukan pada Iklan Arisan Mapan: Mama Lagi Meeting. Dalam iklan tersebut tidak terdapat sifat menyudutkan dan streotip pada perempuan, namun terdapat kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami nilai-nilai kesetaraan gender melalui tanda-tanda yang ditampilkan dalam iklan Arisan Mapan: Mama Lagi Meeting pada Kanal Youtube Mapan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deksriptif kualitatif dengan pendekatan Library Research, menggunakan model analisis semiotika Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna atau triangle meaning yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni tanda (sign), objek (object) dan interpretant. Di dalam iklan memuat tentang penjabaran nilai-nilai kesetaraan gender yang ditemukan pada 5 adegan atau scene. Dalam 5 scene atau adegan terdapat 6 potongan gambar yang menggambarkan realitas kehidupan suami dan istri dalam rumah tangga, terdapat potongan gambar yang menjelaskan tentang peran suami dalam rumah tangga seperti menyirami tanaman, menyetrika pakaian, menjaga anak, dan mengikuti kegiatan sosial yaitu arisan. Tidak hanya itu, pada potongan gambar menejelaskan peran seorang istri dalam mengoptimalkan kekuatan maskulinitas saat menyucikan motor.Maka tidak ada salahnya jika peran istri dipertukarkan dengan suami, sebaliknya pun begitu peran laki-laki dapat dipertukarkan dengan istri selama tidak melanggar syariat Islam. Kata Kunci: Iklan Arisan Mapan, Kesetaraan Gender, Semiotika Charles Sanders Peirce ABSTRACT Behind the advertisement about the gender bias, there is an advertisement that describes gender equality which can be found in Arisan Mapan Advertisement: Mama Lagi Meeting. In this ad, there is no stereotype for women, but there is an equal role between men and women. The purpose of this study is to find out and understand the values of gender equality through the signs displayed in the Arisan Mapan advertisement: Mama Lagi Meeting on the Mapan Youtube Channel. The type of this study was the descriptive qualitative research with the Library Research approach, using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis model, namely the triangle meaning theory consisting of three main elements, namely sign, object and interpretant. The advertisement contains a description of the values of gender equality found in 5 scenes. In the 5 scenes, there are 6 pieces of pictures that depict the reality of husband and wife's life in the household, there are some pieces of pictures explained the husband's role in the household, such as watering the plants, ironing clothes, looking after the children, and participating in social activities, namely Arisan, a regular social gathering. Not only that, the screenshots explain the role of a wife in optimizing the power of masculinity when washing the motor. So there is nothing wrong if a wife role is exchanged:by a husband, and vice versa, the role of men can be exchanged with the wife as long as it does not violate Islamic law. Keyword: Arisan Mapan Advertising, Gender Equality, Charles Sanders Peirce's Semiotics
Audience Gratification through Social Media-Based Da'wah: Communication Strategies of Young Da'i in Bengkulu Mukhlizar; Zakiyuddin Baidhawy; Samsul Hidayat
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2274

Abstract

The rise of the digital era has significantly transformed the practice of Islamic da'wah, creating new opportunities for religious communication through social media. Platforms such as TikTok, Instagram, and YouTube have become strategic channels for disseminating Islamic messages, particularly among younger audiences who are deeply engaged in digital environments. This development requires young da'i to adopt communication strategies that are relevant to the preferences, expectations, and media habits of online users. This study aims to examine the digital communication strategies employed by young da'i in Bengkulu City and to analyze how these strategies address audience needs through the perspective of Uses and Gratifications Theory (UGT). The research uses a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, digital observation, and documentation of da'wah content produced by five active young da'i across various social media platforms. The findings identify three main communication strategies. First, young da’i tailor their messages according to audience segmentation. Second, they use creative and visually engaging content formats to attract audience attention and increase message appeal. Third, they build participatory communication through comments, responses and audience feedback. These strategies reflect the four main dimensions of UGT, namely information, personal identity, social integration, and entertainment. This study contributes to the growing scholarship on digital da'wah communication and offers practical recommendations for strengthening social media-based da'wah training and enhancing digital literacy programs.
OPTIMALISASI FACEBOOK SEBAGAI MEDIA BRANDING DAN PEMASARAN PRODUK UMKM LOKAL DI KELURAHAN TANJUNG AGUNG Abdullah Syahputra; Calvin Leorenza; Megasari Aprianiarti; Mukhlizar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 1 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini membahas bagaimana Facebook bisa digunakan secara optimal sebagai media untuk membangun merek dan memasarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Tanjung Agung. UMKM lokal seperti Perut Punai, Pendap Buk Yet, Pendap Daimah, Kerupuk 1001, dan Kerupuk Kuning masih menghadapi kendala dalam promosi dan pemasaran produk secara digital. Kegiatan yang dilakukan mencakup peninjauan produk, pembuatan konten berupa foto dan video, serta pengunggahan ke Facebook melalui akun pribadi, halaman, atau grup komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis media sosial. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa Facebook efektif digunakan untuk promosi karena mampu memperluas pasar, memperkuat citra merek, serta meningkatkan peluang penjualan. Selain itu, respons positif dari masyarakat berupa like, komentar, dan share menunjukkan adanya interaksi nyata yang membantu meningkatkan penjualan dan kesadaran akan produk lokal khas Bengkulu. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial, khususnya Facebook, adalah strategi pemasaran yang murah, praktis, dan relevan bagi UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital.
Strategi Komunikasi Televisi Lokal dalam Program Dakwah Islami untuk Meningkatkan Engagement Pemirsa Gilang Saputra; Mahya Chilyatullubab; Mukhlizar
Journal of Communication and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Communication and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jcss.v4i2.2219

Abstract

This study aims to analyze the communication strategies employed by local television stations in Islamic da’wah programs to increase audience engagement, including program planning, message development, communicator selection, digital media utilization, and supporting and inhibiting factors. This study employed a qualitative approach with a case study design. Informants were purposively selected from television managers, producers, creative team members, Islamic preachers, social media managers, and active viewers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed thematically through data condensation, coding, theme development, data presentation, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation, member checking, and persistent observation. The findings generated five main themes: audience-oriented program planning, preacher credibility and message contextualization, interactive audiovisual formats, multiplatform convergence, and engagement evaluation and organizational barriers. Communication strategies integrating local proximity, message relevance, audiovisual creativity, interactivity, and digital distribution were found to foster viewers’ cognitive, emotional, and behavioral engagement. This study concludes that audience engagement should not be measured solely through viewing figures or digital interactions but also through audience understanding, trust, participation, and loyalty. Local television stations should, therefore, adopt audience-centered and multiplatform program management, strengthen data-based evaluation, and maintain Islamic communication ethics in developing sustainable da’wah programs.