Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menyusun Kolase dengan Media Biji-Bijian Almaratus Sholikhah
AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 PG-PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/audiensi.vol2.no12023pp58-73

Abstract

Berdasarkan pengamatan dan kenyataan di lapangan menunjukkan kemampuan motorik halus dalam motorik halus pada anak didik kelas B1 di TK Masyithoh Kroya masih sangat rendah. Hal ini mendorong peneliti untuk memperbaiki proses pembelajaran melalui kegiatan kolase dengan biji-bijian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui kolase dengan biji-bijian pada anak didik TK Masyithoh. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi tentang upaya peningkatan kemampuan motorik halus melalui kolase dengan biji-bijian. Keterampilan motorik halus dalam penelitian ini adalah penggunaan sekelompok otot-otot kecil untuk mengontrol dalam mencapai pelaksanaan keterampilan yang melibatkan koordinasi mata dan tangan yang membutuhkan ketepatan dan kerapian. Kegiatan kolase dalam penelitian ini adalah kegiatan kolase menggunakan biji-bijian pada pola yang sudah disediakan pada selembar kertas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelompok B1 TK Masyithoh Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 20 anak. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan diolah melalui persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukan dalam kegiatan kolase dengan biji-bijian dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Prosentase siklus I kemampuan motorik halus anak 66, 67% berada pada kriteria BSH dan 33,33% berada pada kriteria BSB. Prosentase siklus II kemampuan motorik halus anak 33, 33% berada pada kriteria BSH dan 66,67% berada pada kriteria BSB.