Muhammad akhir
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Minat Baca Permulaan Siswa Kelas I Dengan Media Gambar Fitrih Amaliah; Rahma Aulia; Muhammad akhir; Hasbiah Mustari
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v1i4.814

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan meningkatkan minat baca siswa dengan menggunakan media gambar di kelas I SDN 30 Sumpangbita Kabupaten Pangkep. Penelitian ini  dilakukan dalam dua siklus yang mencakup empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas I SDN 30 Sumpangbita Kabupaten Pangkep sebanyak 12 orang siswa, diantaranya 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes (evaluasi), dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan membaca permulaan menggunakan media gambar pada murid kelas I SDN 30 Sumpangbita Kabupaten Pangkep. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata keterampilan membaca permulaan pada siklus I 73,75 dan yang tuntas 6 murid atau 50%, dan skor rata-rata keterampilan membaca permulaan murid pada siklus II meningkat menjadi 80 dan yang tuntas sebanyak 9 murid atau 80%. Di samping itu juga, data hasil observasi disetiap siklus menunjukan adanya perubahan sikap murid kearah positif.Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa keterampilan membaca permulaan pada murid kelas I SDN 30 Sumpangbita Kabupaten Pangkep dapat ditingkatkan melalui media gambar.  
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SULAWESI SELATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI KELONG, SASTRA TUTUR, DAN MANTRA Muhammad Akhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34090

Abstract

Speaking skills are the primary foundation for children's language development and a crucial instrument for interdisciplinary learning. In Indonesia, children's speaking skills, particularly at the elementary school level, still face serious challenges due to the dominance of text-based learning, the lack of space for oral expression, and the low utilization of local cultural contexts in learning. South Sulawesi has a legacy of local wisdom in the form of kelong (Bugis-Makassar folk songs), oral literature (folk tales, fairy tales, and advice), and mantras (spiritual rhythmic utterances) that serve as a medium for transmitting values, a means of traditional education, and a vehicle for communication training. These oral traditions have great potential to support children's speaking skills through rhythm, intonation, vocabulary, and authentic communicative expression. This study aims to develop a learning model based on local wisdom in South Sulawesi to improve children's speaking skills. The research method uses a Research and Development (R&D) approach with a modification of the Borg & Gall model. The study subjects involved 60 fourth-fifth grade students in two regencies, Bone and Gowa, with teachers acting as facilitators. Data were collected through speaking skills tests, classroom observations, interviews, and questionnaires, then analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results showed significant improvements in aspects of speaking fluency, vocabulary mastery, public speaking courage, and children's expressive abilities. This study concludes that the integration of kelong, oral literature, and mantras into learning serves not only as a pedagogical strategy but also as an effort to preserve regional culture. The research's contribution lies in developing a culture-based learning model that can be replicated in similar contexts, as well as in strengthening children's oral literacy amidst the challenges of globalization and cultural homogenization.