Wisnu Yuda Pratama
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN PENANGANAN COVID-19 MELALUI PPKM BERSKALA MIKRO DI KOTA MALANG Wisnu Yuda Pratama; Asy’ari Wais Alqorni
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v6i2.1198

Abstract

Pandemi Covid 19 disebabkan oleh satu virus bernama virus corona yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina dan saat ini virus tersebut sudah menyebar ke setiap Negara yang ada di dunia tidak terkecuali Indonesia. Salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk menangani pandemi ini ialah dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro. Seluruh kota yang ada di Indonesia menerapkan kebijakan ini, termasuk Kota Malang yang menyebabkan warga menerapkan disiplin sosial yang tinggi, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah serta membatasi aktivitas dan mobilitas di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk collaborative governance dalam kebijakan penanganan Covid-19 melalui PPKM Berskala Mikro di Kota Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Namun kebijakan yang baik saja tidak cukup untuk menangani Covid-19 di negeri ini, dibutuhkan pula komitmen baik Pemerintah, Akademisi, Masyarakat, dan Media Massa berkolaborasi atau kerjasama dalam proses penaganan Covid-19 di Kota Malang untuk mematuhi segara aturan dan kebijakan yang telah di keluarkan pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam penanganan Covid-19 di Kota Malang melalui Tim Satgas Covid-19, Pemda Kota Malang Menerapkan Model Pantahelix dalam proses penanganan Covid-19 diantaranya : Penanganan Covid-19 yang melibatkan TNI dan Polri; Kegiatan new normal penerapan surat edaran melibatkan TNI, Polri serta Satpol PP; Adanya mekanisme penanganan ; Strategi dan program Satgas dalam proses penganan. Faktor penghambat dalam penanganan Covid-19 kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam mentaati protokol Kesehatan.
Analisis Potensi Dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Desa di Kabupaten Probolinggo Wisnu Yuda Pratama
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.4657

Abstract

Pariwisata Indonesia mulai digadang bisa menggantikan pemasukan negara dari sektor pertambangan yang selama ini menjadi sektor utama. Pembangunan pariwisata saat ini diarahkan kepada pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan dalam pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif analisis konten terhadap potensi dan tantangan pengembangan pariwisata desa dengan software analisis data Nvivo 12 plus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa potensi pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo dipengaruhi berbagai macam faktor antara lain sumber daya alam, meningkatkan perekonomian masyarakat, program SDGs, letak geografis, partisipasi, otonomi desa, dan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan tantangan pengembangan pariwisata desa di Kabupaten probolinggo dipengaruhi beberapa faktor juga yaitu, pengelolaan sumber daya wisata, inovasi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan pandemi covid-19. Hasil termuan dalam penelitian ini bahwa pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo. Hasil peneltian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perumusan kebijakan pengembangan pariwisata desa di Indonesia. Keterbatasan pada penelitian adalah data yang digunakan masih terbatas pada jenis sekunder. Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumen-dokumen Laporan Kementrian Desa, jurnal dan berita-berita yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian berikutnya perlu menggunakan data primer yaitu data wawancara dan observasi.