Ni Kadek Dianita
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Kemampuan Spasial dari Siswa SMP Tunarungu di SLB Swasta Kota Yogyakarta Ni Kadek Dianita
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada SMP tunarungu, salah satu yang mereka pelajari adalah geometri dua dan tiga dimensi. Untuk memaksimalkan pembelajaran geometri, guru harus dapat mengidentifikasi perbedaan tingkatan kemampuan spasial pada setiap siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan spasial siswa SMP tunarungu dan mengetahui faktor-faktor yang mengakibatkannya. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP tunarungu swasta di Yogyakarta. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data berupa triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa berkemampuan spasial rendah kebanyakan memiliki kategori rendah pada semua aspek, akan tetapi ada dua siswa yang memiliki kategori sedang pada spatial perception dan mental rotation. Siswa yang berkemampuan spasial sedang memiliki aspek spatial perception yang tergolong tinggi, aspek mental rotation yang tergolong sedang, dan kedua aspek yang lain yang rendah. Siswa yang berkemampuan spasial tinggi, seluruh aspeknya cenderung sedang ke tinggi. Aspek yang paling rendah adalah aspek disembedding. Aspek disembedding merupakan aspek yang paling kurang dikuasai oleh siswa. Aspek spatial orientation berada pada aspek dua dari bawah untuk aspek yang dikuasai oleh siswa. Aspek mental rotation dan spatial perception berada pada tingkat penguasaan yang hampir sama. Kemudian, kemampuan spasial siswa SMP tunarungu dipengaruhi oleh kemampuan matematis, lingkungan, keadaan sosial-ekonomi, serta kegemaran terhadap olahraga dan seni. Selain itu, faktor pengalaman, aktivitas terdahulu, dan keadaan psikologis seseorang mempengaruhi perbedaan kemampuan spasial juga. Penggunaan media pembelajaran tiga dimensi, model pembelajaran yang berfokus pada kegiatan siswa, dan pelatihan kemampuan spasial merupakan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa.
Mathematical Belief Profile of Seventh-Grade Students in Sleman Regency, Yogyakarta City Ni Kadek Dianita
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Students’ mathematical belief is one of the factors that influence how students do mathematics. Teachers are expected to conduct a preliminary study before making a lesson plan so that learning can run meaningfully. This study aims to describe the profile of students’ mathematical beliefs of seventh graders in Sleman Regency based on high and low categories, as well as gender differences. This research is quantitative and descriptive. It was conducted in six junior high schools in Sleman Regency with 140 students. First, students filled out a Questionnaire about Students’ Mathematical Beliefs, then some students were interviewed for a deeper understanding of the topic. The findings of this study indicate that there is a tendency for overconfidence in male students with high mathematical belief levels, while female students are more careful. Then, male students with moderate levels showed hesitation in working independently. However, they are willing to do the work themselves. The indecision of female students depends on the material, if they like the material they will be more confident. Male students with low mathematical belief levels will try to avoid mathematics. Meanwhile, although female students are more willing to take mathematics lessons, they have a fixed mindset. Both genders felt that teachers favored the smarter students. Based on these findings, most students realize the importance of mathematics. Then, students’ self-confidence and the teacher’s role in learning are two things that affect students’ mathematics learning. Therefore, teachers are facilitators and motivators for students in mathematics learning so that they can assist students in enhancing students’ mathematical beliefs.