Sistya Rachmawati
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI HIJAU, MODAL INTELEKTUAL HIJAU TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN INOVASI HIJAU SEBAGAI VARIABEL MODERASI Ellyzia Sustrastanti; Sistya Rachmawati
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v3i2.16982

Abstract

Penelitian yang mencoba menguji pengaruh budaya organisasi hijau dan modal intelektual hijau terhadap kinerja bisnis ini menggunakan inovasi hijau sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memberikan laporan keberlanjutan tahun 2021. Sampel penelitian ini berjumlah 420 perusahaan. teknik pengumpulan data sebagian diambil dari situs resmi perusahaan dan sebagian diunduh dari situs BEI. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji data. Penelitian menemukan bahwa meskipun budaya organisasi hijau dan modal intelektual hijau memiliki pengaruh besar terhadap kinerja bisnis, inovasi hijau bertindak sebagai mediator. Faktor independen dan moderasi dalam penelitian memiliki efek substansial gabungan pada kesuksesan perusahaan.
PENGARUH KEUNGGULAN KOMPETITIF HIJAU, INOVASI HIJAU, TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI HIJAU SEBAGAI VARIABEL MODERATING Happy Eucharistia; Sistya Rachmawati
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v3i2.16983

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah keunggulan kompetitif hijau dan inovasi hijau berdampak pada kinerja perusahaan dengan budaya organisasi hijau sebagai variabel mediasi. Perusahaan yang paling menonjol dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga merilis laporan tahunan dan keberlanjutan tahun 2021. Ada sekitar 382 bisnis yang diikutsertakan dalam survei ini. Metode pengumpulan data sebagian diunduh dari website IDX, sebagian lagi dari website resmi perusahaan. Teknik analisis data yang Analisis regresi linier berganda digunakan dalam pekerjaan ini. Temuan penelitian mengungkapkan hal itu bahwa Keunggulan Kompetitif Hijau dan Inovasi Hijau tidak berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan ditambah dengan peran Budaya Organisasi Hijau sebagai pemediasi. Hasil penelitian secara simultan semua variabel independen dan variabel mediasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
PENGARUH MODAL MANUSIA HIJAU, MODAL STRUKTURAL HIJAU, MODAL RELASIONAL HIJAU TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KEUNGGULAN KOMPETITIF HIJAU SEBAGAI VARIABEL MODERASI Diftya Rachmitha Hunafah; Sistya Rachmawati
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v3i2.18137

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modal structural hijau, modal manusia hijau, dan modal relasional hijau terhadap kinerja perusahaan. Penggunaan variabel moderasi yaitu keunggulan kompetitf hijau. Laporan tahunan yang berlanjut didapatkan dari riset ini, yaitu instansi sektor bukan keuangan yang ada pada Bursa Efek Indonesia (BEI), merupakan data sekunder pada riset ini. Sampel pada target sampling menggunakan 420 instansi di tahun 2021. Penggunaan analisis regresi linier ganda yaitu SPPS v 22.0 dipilih penelitii. Hasil menunjukkan bahwa modal manusia hijau dan modal relasional hijau tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Yang berpengaruh dalam kinerja perusahaan yaitu modal struktural hijau. Variabel keunggulan kompetitf hijau memperlemah modal manusia hijau, dan modal relasional hijau terkait dengan kinerja perusahaan, sedangkan keunggulan kompetitf hijau dapat memperkuat modal struktural hijau terkait dengan kinerja perusahaan.