Fitria Ratna Sari
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN PENERAPAN DUKUNGAN VENTILASI UNTUK MENGATASI MASALAH KEPERAWATAN POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSI JEMURSARI SURABAYA Fitria Ratna Sari
Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Issue 2, Juni 2023, Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Ilmu Kes
Publisher : Library Unit of the College of Health Science Husada Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/lkh.v7i2.12

Abstract

Pendahuluan: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kegagalan kardiovaskuler dalam memompa dan membawa oksigen ke tubuh sehingga tidak terpenuhi dengan baik. Manifestasi klinis yang terjadi salah satunya adalah pola napas tidak efektif. Dukungan ventilasi merupakan salah satu intervensi dalam masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Tujuan Penelitian: Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF) dengan penerapan dukungan ventilasi untuk mengatasi masalah keperawatan pola napas tidak efektif di Ruang ICU RSi Jemursari Surabaya. Metode: Desain penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada tanggal 25 Juni sampai 27 Juni 2023 di ruang ICU RSI Jemursari Surabaya. Penelitian ini menggunakan lembar asuhan keperawatan, wawancara, dan observasi. Hasil Penelitian: Sebelum dilakukan intervensi dukungan ventilasi muncul gejala pada pasien yaitu dispnea RR 25x/menit dengan nasal kanul, pernafasan cuping hidung, dan takikardia HR 121x/menit. Intervensi meliputi pemberian oksigen NRM 10 lpm dan memposisikan semi fowler 30⁰, relaksasi nafas dalam selama 5 menit, monitor status pernafasan. Setelah implementasi selama 3 hari didapatkan hasil masalah teratasi dengan kriteria dispnea skala 5 (menurun) RR 18x/meint, pernapasan cuping hidung skala 5 (menurun), takikardia skala 5 (membaik) membaik HR 102x/menit. Pasien dilanjutkan dengan pemberian oksigen simple mask 7 lpm di ruang rawat inap Zahira. Kesimpulan: Penerapan intervensi dukungan ventilasi pada pasien CHF terbukti efektif untuk dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi dalam mengatasi ketidakefektifakn pola nafas. Diharapkan perawat mampu menerapkan intervensi dukungan ventilasi sesuai SOP untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan.