R. Rr. Nur Intan Mulyawati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENANGANAN FISIOTERAPI PADA MORBUS HANSEN MULTIBASILER DISERTAI XEROSIS DAN DROP FOOT R. Rr. Nur Intan Mulyawati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p17

Abstract

Pendahuluan: Morbus Hansen atau biasa dikenal kusta adalah penyakit menahun yang menyerang sistem saraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan sebagian anggota tubuh pasien tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kusta dapat mengganggu kelembapan kulit yang menyebabkan xerosis dan bisa menyebabkan kecacatan seperti dropfoot. Metode: Penelitian dilakukan di RS Kusta Donorojo pada pasien dengan diagnosa Morbus Hansen Multibasiler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari intervensi stretching, passive, active, strengthening exercise, pumping ankle, oiling, dan gait training pada pasien morbus hansen multibasiler yang disertai xerosis serta drop foot. Hasil: Hasil didapatkan terdapat penambahan lingkup gerak sendi, pengurangan oedema, penambahan kelembapan kulit dari xerosis dan penambahan kemampuan fungsional. Simpulan: Disimpulkan bahwa pasien pria ini yang berusia 37 tahun dengan mengeluhkan telapak kaki sebelah kanan tidak bisa digerakkan ke atas dan kesulitan saat berjalan dan jongkok serta kulit kering pada area kaki setelah dilakukan terapi berupa oiling, gait training, passive exercise, stretching exercise, active exercise, dan strengthening exercise didapatkan hasil terdapat penambahan lingkup gerak sendi, pengurangan oedema, penambahan kelembapan kulit dari xerosis dan penambahan kemampuan fungsional.