I Gede Arya Sena
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kesehatan Sains dan Teknologi, Universitas Dhyana Pura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LEBAR LANGKAH MEMENGARUHI KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA SAAT JALAN MENANJAK Arvi Martarizeline Cossana KN; I Gede Arya Sena; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p14

Abstract

Pendahuluan: Semakin bertambah usia sistem dan jaringan tubuh mengalami perubahan pada sistem sensoris, motorik dan pemrosesan pusat untuk mengontrol posisi tubuh saat bergerak. Penurunan pada salah satu sistem tersebut mengakibatkan kemampuan untuk mengontrol keseimbangan menjadi berkurang. Keseimbangan diperlukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan khususnya dipermukaan menanjak. Seiring bertambahnya usia sistem sensoris untuk menerima informasi mulai menurun, jumlah serat motorik berkurang, berkurangnya sel-sel otak dan perubahan neurotransmitter pada sistem saraf pusat menghasilkan penurunan fasilitas gerakan dan kontrol motorik salah satunya mengakibatkan perubahan pada pola berjalan. Lebar langkah merupakan salah satu parameter gaya berjalan untuk melihat keseimbangan saat berjalan. Beberapa penelitian telah menyelidiki bagaimana perubahan lebar langkah lansia saat berjalan dipermukaan mendatar tetapi tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebar langkah memengaruhi keseimbangan dinamis lansia saat berjalan menanjak. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: Uji normalitas pada penelitian diperoleh nilai signifikan pada lebar langkah yaitu 0,666 dan keseimbangan diperoleh nilai 0,259. Data pengukuran berdistribusi normal karena p>0,05. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji pearson correlation diperoleh hasil p = 0,000. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya korelasi antara keseimbangan dinamis dan lebar langkah saat berjalan menanjak dan memiliki korelasi yang kuat 0,933 dengan nilai positif yang mengindikasikan bahwa nilai lebar langkah dan keseimbangan lansia berbanding lurus. Semakin menurun keseimbangan lansia maka terjadi pelebaran lebar langkah yang mengindikasikan risiko jatuh yang lebih saat berjalan menanjak. Simpulan: Lebar langkah berhubungan dengan keseimbangan berjalan pada lansia. Perubahan keseimbangan ketika berjalan dibidang menanjak meningkatkan risiko jatuh dengan ditandainya besarnya ukuran lebar langkah saat berjalan di permukaan menanjak. Kata Kunci: Lansia, lebar langkah, keseimbangan, permukaan menanjak
Latihan Fartlek Meningkatkan Nilai VO2Max Penari Barong: Studi Pre-Eksperimental Eka Kencana Dewi Purnama; Antonius Tri Wahyudi; I Made Yoga Parwata; I Gede Arya Sena; I Made Iman Antariksa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p07

Abstract

Pendahuluan: Penari barong memerlukan Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) yang optimal untuk mendukung kinerja mereka dalam menari, membangun daya tahan kardiorespirasi yang berkualitas. Ketika membahas daya tahan kardiorespirasi, ini merujuk pada kemampuan untuk melakukan latihan dinamis yang melibatkan banyak kelompok otot dalam jangka waktu yang lama dengan intensitas sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan fartlek terhadap peningkatan VO2Max pada penari barong dari Banjar Sengguan, Desa Singapadu. Metode: Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan desain one-group pre-test-post-test, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian terdiri dari 14 penari barong putra di Banjar Sengguan, Desa Singapadu, yang berusia antara 15 hingga 20 tahun. Pelatihan fartlek diberikan selama 12 pertemuan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Setiap latihan terdiri dari 2 set dengan intensitas 65% - 85% dari kemampuan denyut jantung maksimal, dengan istirahat 2 menit antar set. Hasil: Uji Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data yang normal dengan tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 27,3% pada VO2Max setelah pelatihan fartlek. Analisis statistik menunjukkan p=0,000 (p<0,05), mengindikasikan perbedaan yang signifikan. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan fartlek efektif meningkatkan VO2Max pada penari barong di Banjar Sengguan, Desa Singapadu. Kata Kunci: tari barong, VO2Max, latihan fartlek
Peningkatan Fleksibilitas Pergelangan Tangan dalam Seni Nyurat Lontar melalui Peregangan Statis: Studi Pre-Eksperimental Ida Ayu Putu Gangga Dewi; I Gede Arya Sena; Putu Mulya Kharismawan; Daryono Daryono
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Nyurat lontar memegang peranan penting dalam kebudayaan Bali serta sebagai penopang kebudayaan nasional. Proses penulisan pada lontar melibatkan penggunaan pengrupak dengan pergelangan tangan melakukan gerakan yang terdiri dari fleksi, ekstensi, deviasi radial, dan deviasi ulnar secara berulang. Gerakan ini membutuhkan tingkat fleksibilitas yang optimal untuk menghasilkan tulisan yang diinginkan. Fleksibilitas mengacu pada kemampuan individu dalam melaksanakan beragam gerakan dengan leluasa. Fleksibilitas pergelangan tangan saat menulis pada lontar sangatlah penting untuk menjaga kestabilan tulisan dan mempertahankan kelancaran gerakan tangan selama proses penulisan, oleh karena itu diperlukan fleksibilitas yang baik. Latihan peregangan atau stretching mampu menjaga fleksibilitas ini. Metode: Teknik pengambilan sampel menggunakan Pendekatan Purposive Sampling dengan metode Penelitian Pre-Eksperimental dan desain One Group Pre test-Post test. Sampel terdiri dari 7 individu yang berasal dari Pasraman Sadhu Gunawan, dengan rentang usia 13-22 tahun. Latihan yang diberikan kepada peserta berupa peregangan statis yang dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu, dengan total 12 kali latihan. Setiap latihan melibatkan 1 gerakan dengan durasi 2 menit, sehingga total durasi seluruh sesi latihan adalah 16 menit. Hasil: Uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test menghasilkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 untuk semua variabel, termasuk fleksi sinistra (0,000), fleksi dextra (0,000), gerakan ekstensi sinistra (0,000), ekstensi dextra (0,000), deviasi radial sinistra dan dextra (0,030), serta deviasi ulnar (0,005). Simpulan: Latihan peregangan statis efektif dalam mempertahankan fleksibilitas pergelangan tangan saat menulis pada lontar. Kata Kunci: nyurat lontar, fleksibilitas, peregangan statis