Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The role of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) in handling foreign refugees Gina Mahira; Asep Kamaluddin
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v1i1.53302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Cisarua Bogor tahun 2021-2022 dengan menggunakan teori peran oleh Clive Archer yang mengklasifikan peran organisasi internasional sebagai instrumen/alat, arena, dan aktor independent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah perwakilan dari UNHCR Indonesia, perwakilan dari pihak Kantor Kecamatan Cisarua, dan perwakilan dari pengungsi asing yang tinggal di Cisarua. Teknik pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah peran UNHCR dalam menangani pengungsi di Cisarua adalah sebagai instrumen/alat. Dalam hal ini UNHCR merupakan alat yang diutus PBB dan diberi mandat untuk menangani masalah pengungsi di berbagai negara Peran itu dapat dilihat dari UNHCR yang dengan tujuan utamanya memberi perlindungan dan bantuan serta status suaka kepada pengungsi dalam kasus ini dapat terlaksanakan. Meski begitu peran tersebut masih belum bisa diberikan secara maksimal.The role of united nations high commissioner for refuges (UNHCR) in handling foreign refugesThis study was aimed to find out the role of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) in Cisarua Bogor District in 2021-2022 using role theory by Clive Archer which classifies the role of international organizations as instruments/tools, arenas and independent actors. This study used a descriptive qualitative method. The subjects of this research were representatives from UNHCR Indonesia, Cisarua District Office, and the refugees living in Cisarua. The data collection technique was carried out using an interview and documentation. The findings show that UNHCR's role in handling refugees in Cisarua District is as an instrument/tool. In this case UNHCR is a tool sent by the UN and given the mandate to handle refugee problems in various countries. This role can be seen from UNHCR whose main aim is to provide protection and assistance as well as asylum status to refugees in this case which can be implemented. Even so, this role still cannot be given optimally.