Muhammad Ammar
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI KARAKTERISTIK SIFAT KUALITATIF KERBAU GAYO JANTAN DAN BETINA DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH: Evaluation of Qualitative Characteristics Gayo Buffalo Male and Female in Lut Tawar District, Central Aceh Regency Hendra Koesmara; Muhammad Ammar; Julia Kardin; Akas Jalu Wicaksono
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i1.252

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah meliputi tiga (3) Desa yaitu: Desa Asir-Asir, Hakim Bale Bujang dan Waq Toweren. Penelitian ini menggunakan metode survei. Kegiatan observasi langsung di lokasi Penelitian telah dilakukan terhadap peternak kerbau Gayo sebagai responden sebanyak 12 orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat kualitatif pada kerbau Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, kemudian membandingkannya dengan karakteristik sifat kualitatif kerbau Gayo berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor: 302/Kpts/SE/5/2017 Tentang Penetapan Rumpun Kerbau Gayo. Data yang dikumpulkan dalam Penelitian ini adalah: Data primer, merupakan data karakteristik kerbau Gayo meliputi: Warna serta bentuk tubuh, kepala, leher, kaki, muka dan tanduk. Data dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan sifat kualitatif kerbau Gayo adalah muka berbentuk cekung, kepala berbentuk panjang dan besar leher pendek dan berisi tanduk berbentuk gampang warna tubuh hitam dengan pola impil-impil, dan kaki bagian bawah berpola warna sawak menunjukkan secara umum masih sesuai dengan SNI kerbau Gayo yang tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor: 302/Kpts/SE/5/2017 Tentang Rumpun Kerbau Gayo.  
BERAT, DAYA DAN SUSUT TETAS TELUR AYAM JOPER BERDASARKAN KLASIFIKASI BERAT TELUR TETAS YANG BERBEDA Muhammad Azim; Zulfikar Zulfikar; Muhammad Ammar
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 11 No 2 (2023): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2023.11.2.78-82

Abstract

Perbaikan mutu genetik dan peningkatan kualitas day old chicken (DOC) dapat dilakukan melalui proses seleksi terhadap berat telur tetas. Penelitian bertujuan mengevaluasi berat, daya dan susut tetas telur ayam joper berdasarkan klasifikasi berat telur tetas yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berdasarkan klasifikasi berat telur yaitu: P0 (Berat Random), P1 (ekstra besar (>60 g)), P2 (besar (56-60 g)), P3 (sedang (51-55 g)), P4 (kecil (46-50 g)), dan P5 (ekstra kecil (<46 g)). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan, sehingga diperoleh 20 unit perlakuan dengan variabel yang diamati yaitu daya tetas, berat tetas dan susut tetas. Hasil penelitian menunjukkan persentase daya tetas yang paling tinggi terdapat pada perlakuan P3 (83,69%) berbeda sangat nyata (P<0,01) jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Rataan berat tetas P1 (>60 g) menunjukkan perbedaan yang signifikan sebesar 46,08 g sedangkan rataan berat tetas terkecil pada perlakuan P5 (33,70 g). Penyusutan telur tetas berada pada kisaran 10,84 – 15,10%, semakin besar berat telur maka persentase susut semakin besar. Perlakuan P1 berat telur mengalami penyusutan selama proses inkubasi berbeda sangat sigifikan (P<0,01) dibandingkan dengan perlakuan lainnya, penyusutan terkecil pada perlakuan P5 sebesar 10,84% tidak berbeda nyata (P>0.01) dengan perlakuan P3 dan P4. Telur dengan kategori berat sedang (51-55 g) merupakan kelompok telur tetas dengan hasil pengamatan terbaik untuk seluruh variabel yang diuji. ABSTRACT Improving genetic quality and the quality of day-old chickens (DOC) can be done through a selection process for the weight of hatching eggs. The research aims to evaluate the weight, power, and hatching losses of Joper chicken eggs based on different weight classifications of hatching eggs. The design used was a Completely Randomized Design (CRD). Treatment based on egg weight classification, namely: P0 (Random Weight), P1 (extra large (>60 g)), P2 (large (56-60 g)), P3 (medium (51-55 g)), P4 (small (46-50 g)), and P5 (extra small (<46 g)). Each treatment consisted of 4 replications so 20 treatment units were obtained with the variables observed, namely hatchability, hatching weight, and hatching loss. The results showed that the highest percentage of hatchability was in the P3 treatment (83.69%) which was very significantly different (P<0.01) when compared to other treatments. The average hatching weight of P1 (>60 g) showed a significant difference of 46.08 g, while the average hatching weight was the smallest in the P5 treatment (33.70 g). The shrinkage of hatching eggs is in the range of 10.84–15.10%, the greater the egg weight, the greater the shrinkage percentage. In treatment P1, egg weight decreased during the incubation process, which was very significantly different (P<0.01) compared to other treatments, the smallest shrinkage in treatment P5 was 10.84%, not significantly different (P>0.01) from treatments P3 and P4. Eggs in the medium weight category (51-55 g) are the group of hatching eggs with the best observation results for all variables tested.
Sosialisasi Hooves Trim pada Ternak Kambing Perah Sebagai Upaya Preventif Penyakit Mulut dan Kuku Muhammad Ammar; Mudatsir Mudatsir; Hendra Koesmara; Abdul Aziz
Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Departemen of Animal Science, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/petamas.v2i2.28821

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan kepada peternak tentang pentingnya merawat kuku ternakkambing perah sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit khususnya kuku ternak yang menjadi salah satu sumber penyakit dan juga dapat meurunkan jumlah produksi susu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 3 kegiatan utama, yaitu: 1. Sosialisasi tentang penyakit mulut dan kuku, 2. Observasi kelainan bentuk kuku dan gangguan mobilitas ternak, 3. Pelaksanaan pemotongan kuku pada kambing. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Redeup Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen, peternak dan masyarakat sekitar yang dikumpulkan di lokasi peternakan di desa tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi para peserta akan pentingnya menjaga kesehatan dan merawat kuku kambing serta kemampuan peternak tentang cara memotong kuku kambing yang benar.
Responses of Dry Matter Digestibility, Organic Matter Digestibility, Gas Production, and Methane Emission of Rice Straw to Ammoniation-Fermentation Methods and Fermentation Duration Koji Al Adam; Hendra Koesmara; Diah Fridayati; Muhammad Ammar; Said Mirza Pratama
Livestock and Animal Research Vol 24, No 1 (2026): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v24i1.113879

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Amofer methods and fermentation duration on the nutritional quality, digestibility, and methane production of rice straw. Two Amofer methods were compared: direct (A1) and indirect (A2), combined with four fermentation periods (0, 7, 14, and 21 days). The results showed that both factors significantly affected dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), and gas production (P&lt;0.05). The indirect Amofer method (A2), which involved ammoniation prior to microbial fermentation, produced higher DMD (43.10%) and OMD (44.52%) than the direct method (A1). The best results were obtained from A2B2 (indirect Amofer, 14 days), with the highest DMD (55.96%) and OMD (59.37%), as well as efficient gas production (103.7 mL/g DM) and lower methane emission (1.48 mL CH₄/g DM). Improved digestibility under A2B2 was associated with the breakdown of lignocellulosic bonds during ammoniation and enhanced microbial activity during fermentation. In contrast, extended fermentation (21 days) decreased digestibility and increased methane output. These findings indicate that the indirect Amofer method with 14 days of fermentation optimizes rice straw utilization by enhancing feed digestibility, stimulating rumen microbial efficiency, and reducing methane emissions, contributing to sustainable ruminant nutrition systems. 
Analisis Strategi Meningkatkan Pendapatan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Karo: Analisis Strategi Pengelolaan Usaha Sapi Potong Untuk Meningkatkan Pendapatan Di Kabupaten Karo Sumatera Utara Qoryna Khalida; Nurul Hidayati; Ulvira Rifni; Muhammad Ammar; Yuyun Fahrina
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.28.1.23-35.2026

Abstract

Pendapatan peternak di Kabupaten Karo masih cukup rendah hanya mencapai Rp20.970.000 juta per tahun, atau sekitar Rp1,7 juta per bulan untuk itu diperlukan strategi yang mampu memberikan (1) solusi dan (2) rencana yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pendapatan usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Karo. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tigapanah, Kecamatan Tigabinanga dan Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo. Reponden dalam penelitian ini adalah sebanyak 78 peternak di Kabupaten Karo. Analisis SWOT digunakan sebagai metode mengevaluasi strategi dengan memahami (a) kekuatan dan (b) peluang serta (c) meminimalkan kelemahan dan (d) ancaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai faktor internalnya adalah 2,31 dan analisis faktor eksternalnya adalah 2,62. Matriks strategi utama berada di kuadran I, yang berarti menggunakan strategi agresif, Strategi agresif ini adalah memiliki peluang dan kekuatan dalam meningkatkan strategi dalam meningkatkan usaha.